Mediapriangan.com-22 tahun sejak pemekaran Kota Tasikmalaya menjadi daerah otonomi dari wilayah Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, baru kali pertama dua pemerintahan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, menggelar pertemuan akbar yang dikemas dalam kegiatan halal bihalal.
Kegiatan yang dilaksanakan di stadion Wiradadaha pada Rabu, 3 Mei 2023 itu, melibatkan seluruh pejabat dari kedua pemerintahan termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda),
Kemudian para pimpinan pondok pesantren, tokoh pemuda dan elemen masyarakat lainnya dari berbagai kelompok maupun organisasi, lembaga maupun instansi yang berada di Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya.
Baca Juga: Ini Dia Tips dari Menteri BUMN Jika Anda Dipanggil Wawancara Kerja di BUMN
Mengusung tema "Ngaraketkeun duduluran muguhkeun garapan, makarya babarengan pikeun rahayat Tasikmalaya", acara halal bihalal berjalan khidmat dan penuh kehangatan di antara para pejabat kedua pemerintah daerah yang menghadirkan pula sejumlah mantan pejabat di tataran eksekutif maupun legislatif.
Termasuk di antaranya mantan Bupati Tasikmalaya Dr. Tatang Farhanul Hakim, M.Pd sebagai salah satu tokoh pelaku pemekaran Tasikmalaya serta mantan Wali Kota H. Budi Budiman.
Ketua panitia penyelenggara halal bihalal sekaligus Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Dr.H. Mohammad Zen menegaskan, halal bihalal merupakan tradisi masyarakat Indonesia sesudah Idul Fitri. Halal bihalal menjadi acara khas umat Islam yang dilakukan pada momentum Idul Fitri.
Halal bihalal lanjut Mohammad Zen, melahirkan pesan universal Islam untuk selalu berbuat baik dan memaafkan kesalahan orang lain. Tradisi ini juga sebagai wahana tersendiri bagi umat Islam untuk berlomba dalam kebaikan.
"Halal bihalal menuntut perilaku yang terlibat didalamnya, menyambung hubungan yang terputus mewujudkan keharmonisan dan berbuat baik secara berkelanjutan," kata Mohammad Zen, Jumat, 5 Mei 2023.
Dia menyebutkan, pesan yang berupaya diwujudkan dari tradisi halal bihalal lebih dari sekedar saling memaafkan, tetapi mampu menciptakan kondisi dimana persatuan antar anak bangsa tercipta untuk meneguhkan negara.
"Halal bihalal lebih dari sekedar ritual keagamaan, tetapi juga kemanusiaan kebangsaan dan tradisi yang positif karena mewujudkan kemaslahatan bersama," ujar Zen.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Tasikmalaya, Dr. Cheka Virgowansyah mengatakan, 22 tahun Tasikmalaya terpisah secara administrasi. Tetapi secara emosional tidak dapat dipisahkan karena Tasikmalaya lahir dari satu rahim catatan sejarah perjuangan panjang para pendiri bangsa.
Artikel Terkait
Muliakan Sang Qari Dan Hafidz, Ketua DPRD Hadiahkan Umroh Begitu Juga Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto
BAZNAS RI Berikan Penghargaan Kepada Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto, Ini Alasannya
Wakil Bupati Tasikmalaya Hadiri Festival Film Pendek Piala Gubernur Jawa Barat 2023
Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto Serahkan SK Kenaikan Pangkat PNS dan Purna Bakti
Pemulihan Ekonomi Masih Prioritas, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto Sebut Harus Bangkit Bersama