pendidikan

Galih Sulistyaningra Menjadi Figur Inspirasi, Guru SD yang Lulusan S2 Dari University College London Inggris

Selasa, 28 November 2023 | 13:45 WIB
Galih Sulistyaningra tengah menjadi sorotan sebagai guru SD yang lulusan S2 dari University College London, Inggris. (Instagram.com/@galihtyanr)

 

Mediapriangan.com - Galih Sulistyaningra tengah menjadi sorotan dengan prestasinya. Ia seorang guru SD yang menjadi figur inspirasi dan membanggakan bagi masyarakat Indonesia.

Bagaimana tidak, Galih Sulistyaningra merupakan guru SD yang mempunyai latar belakang pendidikan dari kampus ternama. Ia lulusan S2 dari University College London (UCL), Inggris.

Sebagai guru SD, Galih Sulistyaningra tidak hanya didasarkan pada gelar S-1, namun juga meraih gelar S-2 dari University College London (UCL) Inggris, sebuah prestasi luar biasa.

Baca Juga: 50 Quotes Hari Guru Nasional 2023, Kata-kata Penuh Makna Mendalam Untuk Disampaikan Kepada Guru Tercinta

Awalnya, Galih merupakan lulusan sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dari Universitas Negeri Jakarta.

Meski sebagian orang beranggapan bahwa gelar S-1 sudah cukup untuk menjadi guru SD, Galih memiliki pandangan berbeda.

Baginya, menjadi seorang guru SD memerlukan pengetahuan luas untuk mewujudkan pendidikan berkeadilan sejak dini.

Baca Juga: Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Raih 8 Penghargaan Prestisius Pada Momentum Hari Guru Nasional 2023

Keinginan Galih untuk menambah ilmu membawanya ke University College London (UCL) pada tahun 2019, mengambil program studi Education Planning, Economics, and International Development.

UCL, sebagai salah satu kampus terbaik di dunia, menempati peringkat kesembilan berdasarkan QS World University Ranking 2023.

Setelah setahun menimba ilmu di luar negeri, Galih kini kembali ke tanah air dan berdedikasi sebagai guru di SD Petojo Utara, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Bupati Garut Serahkan Bantuan Kemanusian Untuk Palestina Dari Para Guru di Kabupaten Garut di Momentum HGN 2023

Keputusannya untuk studi di Inggris tidak hanya didorong oleh keinginan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, literasi, dan pedagogi kritis, tetapi juga untuk mengatasi ketidaksetaraan dalam pendidikan.

Halaman:

Tags

Terkini

Guru Beban Negara? Begini Kata Pegiat Pendidikan

Selasa, 19 Agustus 2025 | 17:19 WIB