KSB Cipatujah Tanamkan Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini di PAUD Ash Shobirin

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Kamis, 13 November 2025 | 21:59 WIB
Anak-anak PAUD Ash Shobirin tampak antusias mengikuti simulasi penyelamatan diri yang digelar KSB Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (13/11/2025). (D. Farhan Kamil)
Anak-anak PAUD Ash Shobirin tampak antusias mengikuti simulasi penyelamatan diri yang digelar KSB Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (13/11/2025). (D. Farhan Kamil)

Mediapriangan.com - Kampung Siaga Bencana (KSB) Cipatujah menggelar kegiatan edukatif bertema mitigasi bencana sejak dini di PAUD Ash Shobirin, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (13/11/2025).

Melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi penyelamatan diri, anak-anak PAUD diajak belajar dengan cara menyenangkan bagaimana bertindak saat terjadi bencana, seperti gempa bumi atau kebakaran.

Dengan metode permainan dan peragaan, para siswa diajarkan langkah-langkah sederhana untuk melindungi diri, seperti berlindung di bawah meja, menjauh dari kaca, dan mengikuti instruksi guru dengan tenang.

Baca Juga: Camat Ayi Mulyana Sebut Jika Guru Hebat dan Orang Tua Kompak, Pendidikan Bakal Maju

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim kesehatan Puskesmas Cipatujah, ibu-ibu kader, hingga aparat kepolisian setempat. Sinergi lintas sektor tersebut merupakan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan generasi muda.

Ketua KSB Cipatujah, Zaenal mengatakan, penanaman pemahaman mitigasi bencana kepada anak-anak merupakan langkah penting dalam membangun budaya siaga sejak usia dini.

"Dengan simulasi sejak dini, anak-anak dapat mengetahui cara menyelamatkan diri sendiri dan mengurangi risiko cedera saat bencana terjadi. Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan siap menghadapi situasi darurat,” ujar Zaenal.

Baca Juga: Orang Tua Korban Ledakan SMAN 72 Pertanyakan Janji Pemerintah Soal Tanggungan Biaya Pengobatan

Zaenal menambahkan, kegiatan serupa akan terus digalakkan di berbagai sekolah untuk memperluas dampak edukasi.

Menurutnya, kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab orang dewasa, tetapi perlu dikenalkan kepada anak-anak agar menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, KSB Cipatujah berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif di masyarakat bahwa pendidikan kebencanaan perlu dimulai sejak dini.

Baca Juga: Dedy Tabrani Tekankan Pentingnya Self Policing dalam Keluarga, Usulkan Masuk Kurikulum Pendidikan

Langkah kecil di ruang kelas ini ucap Zaenal, menjadi investasi besar bagi masa depan, menciptakan generasi yang tidak panik, sigap, dan tangguh menghadapi bencana.

"Semoga kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi komunitas dan lembaga pendidikan lainnya untuk menanamkan budaya siaga bencana sejak dini,” pungkas Zaenal.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X