Ia percaya bahwa dengan promosi yang tepat, kue ini dapat menjadi ikon kuliner yang lebih dikenal secara luas.
Selain itu, Pj Bupati Garut mendorong pemilik usaha Kue Balok Maranti untuk mengembangkan varian rasa baru yang lebih menarik, seperti rasa asin atau pedas, yang sesuai dengan selera konsumen, khususnya kalangan muda.
"Kita bisa memikirkan inovasi-inovasi baru dalam hal rasa. Misalnya, varian pedas untuk menarik minat generasi muda yang menyukai cita rasa yang lebih berani," tambahnya.
Kue Balok Maranti, yang telah berdiri sejak tahun 1942, merupakan warisan dari Sopandi Hidayat (alm) dan kini dijalankan oleh generasi penerusnya.
Saat ini, kue tersebut telah memiliki empat cabang di beberapa lokasi, termasuk di Kadungora, Cigunung Agung, dan Caringin.
Menurut salah satu pemilik kios Kue Balok Maranti, Roni Hendarsyah (44), kue tersebut telah menarik minat dari berbagai daerah, bahkan hingga ke luar Jawa.
Roni berharap usahanya dapat terus berkembang dengan dukungan dari pemerintah setempat.
"Mungkin dengan bantuan dari pemerintah, kami bisa mengembangkan usaha ini lebih jauh lagi. Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan," ungkapnya.***