Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIE Yasa Anggana Dr. Deni Rustandi menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari Program KKN PPM Tematik 2024. Program ini merupakan kolaborasi antara LP2M STIE Yasa Anggana, mahasiswa KKN PPM, Bank BJB, DPMPT, dan Pemerintah Desa Tanggulun.
"Kami bertujuan meningkatkan kemampuan ekonomi dan manajemen para pelaku UMKM di Desa Tanggulun, agar mereka siap menghadapi tantangan era digital dengan menerapkan konsep Smart Economy," ujar Dr. Deni.
Menurutnya, sasaran dari Smart Economy adalah menciptakan ekosistem yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, sejalan dengan sektor ekonomi unggulan daerah, terutama di perdesaan.
"Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan pemasaran digital melalui peran mahasiswa KKN," jelasnya.
Sementara itu, Tedi, koordinator KKN, menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa STIE Yasa Anggana Garut di Desa Tanggulun didasari oleh visi untuk mendukung kemajuan ekonomi desa dalam jangka panjang.
Melalui program ini, mahasiswa berupaya membangun dasar yang kuat dalam bidang kelembagaan, serta memperkenalkan konsep pemasaran digital kepada pelaku usaha desa.
"Kami berusaha menjembatani kemajuan ekonomi desa melalui berbagai langkah strategis, seperti penyerahan NIB, sosialisasi Kredit Usaha Rakyat, dan penerapan digital marketing yang melibatkan 150 pelaku usaha desa," kata Tedi.
Dengan inisiatif ini, mahasiswa STIE Yasa Anggana Garut berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, sambil membekali para pelaku usaha mikro di Desa Tanggulun dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk bersaing di era digital yang semakin kompetitif.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Manager Mikro Bank BJB Cabang Garut, praktisi digital marketing, konten kreator, serta tokoh masyarakat setempat, termasuk Kepala Desa dan perangkat Desa Tanggulun. (Dedi Sofwan)***