Fenomena penggunaan nama panggung di kalangan artis yang terjun ke politik kini semakin umum, karena dianggap mampu menarik perhatian publik.
Partai politik pun berharap pengusungan figur publik dalam pemilu dapat meningkatkan jumlah suara yang diperoleh.
Berikut adalah beberapa partai politik yang mengusung artis di Pilkada 2024:
- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menjadi partai terbanyak yang mengusung artis, termasuk Krisdayanti, Rano Karno, dan Ronal Surapradja.
- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung Gilang Dirga dan Lucky Hakim yang berkoalisi dengan Partai Golkar.
- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendukung artis Gitalis Dwi Natalia (Gita KDI) dan Ritchie Ismail (Jeje Govinda), dengan dukungan dari PAN dan Gerindra.
Keterlibatan artis dalam politik ini mencerminkan strategi marketing politik yang berkembang menjelang Pilkada 2024.
Dalam bukunya yang berjudul 'Marketing Politik Antara Pemahaman dan Realitas', Prof. Firmanzah dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menulis bahwa marketing politik adalah bidang ilmu yang masih baru, tetapi praktiknya sudah diterapkan dengan berbagai strategi.
Ia menegaskan bahwa para politisi, baik masa lalu maupun masa kini, memandang masyarakat sebagai pasar yang harus dikelola dan diperebutkan.
Gagasan politik yang diusulkan oleh pemimpin partai perlu strategi agar bisa diterima dengan baik oleh publik.
Namun, ada juga kekhawatiran bahwa pendekatan marketing politik ini dapat menurunkan kualitas demokrasi, karena banyak partai yang mengandalkan popularitas tanpa mengedepankan ide atau gagasan yang jelas.
Meskipun popularitas artis menjadi aset berharga dalam pemilu, penting untuk mempertimbangkan bagaimana mereka akan memenuhi harapan masyarakat terhadap kinerja mereka.***