"Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa batik Ciamisan memiliki potensi besar, tidak hanya dari segi estetika, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan daerah," ungkapnya.
Ia menyampaikan bahwa batik bukan sekadar kain dengan corak indah, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam, menggambarkan identitas dan sejarah budaya lokal.
"Setiap motif batik memiliki cerita dan filosofi yang mencerminkan kearifan lokal Ciamis," tambah Engkus dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Engkus juga menyoroti langkah strategis yang diambil Pemkab Ciamis untuk melestarikan batik, salah satunya melalui kebijakan yang mewajibkan penggunaan batik bagi ASN setiap hari Kamis dan Jumat.
Kebijakan ini nantinya juga akan diberlakukan kepada perangkat desa, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian batik Ciamisan.
Baca Juga: Gubernur Shizuoka Suzuki Yasutomo Undang Pemuda Jawa Barat Kuliah di Jepang Melalui Program Beasiswa
"Kami ingin kebijakan ini terus didorong agar masyarakat dan perangkat pemerintahan semakin mencintai dan mengenakan batik, bukan hanya sebagai pakaian seremonial, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari," ujar Engkus.
Untuk mendukung keberlangsungan industri batik di Ciamis, Pemkab Ciamis juga telah bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Galuh Perdana.
Perusahaan ini akan berperan dalam menampung hasil produksi batik dari para perajin lokal, sehingga batik Ciamisan dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat luas, sekaligus mendukung para perajin dalam mengembangkan usahanya.
Ciamis Batik Fest 2024 bukan sekadar festival, melainkan momentum penting dalam menggerakkan ekonomi kreatif di Kabupaten Ciamis.
Melalui festival ini, diharapkan batik Ciamisan semakin dikenal, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di kancah nasional dan internasional.
Para pengrajin batik dan UMKM setempat pun diharapkan dapat terus berinovasi, menjadikan batik sebagai produk yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.***