Ia menawarkan program “Tasik Cerdas,” yang menyediakan bantuan untuk siswa miskin sebesar Rp 600 ribu per anak guna membeli perlengkapan sekolah.
Nurhayati juga bertekad untuk meningkatkan fasilitas dan infrastruktur pendidikan, khususnya di wilayah-wilayah terpencil.
Di sisi lain, calon nomor urut 2, Ivan Dicksan, membela program bantuan dana Rp 50 juta per RW sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan hingga ke tingkat RW.
Program ini, menurut Ivan, akan membantu mempercepat pembangunan di setiap wilayah kota, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pasangan nomor urut 4, Viman-Diky, menyoroti perlunya perbaikan dalam pengelolaan parkir di pusat kota.
Mereka berencana membangun sentral parkir yang terpusat untuk mengatasi masalah parkir liar, sekaligus memperbaiki angka stunting di Tasikmalaya sebagai salah satu prioritas.
Sementara itu, calon nomor urut 3, Muhamad Yusuf, fokus pada isu zonasi dalam pendidikan.
Menurutnya, sistem zonasi saat ini kerap menimbulkan permasalahan bagi sekolah swasta yang kekurangan murid.
Yusuf berpendapat bahwa kebijakan zonasi perlu dievaluasi agar tidak merugikan sekolah-sekolah swasta di Kota Tasikmalaya.
Debat publik pertama ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk memahami lebih dalam program dan kebijakan yang ditawarkan oleh para calon.***