Mediapriangan.com - Wilayah pesisir Jakarta Utara kembali dilanda banjir rob pada Senin, 17 Desember 2024.
Peringatan dini dari BMKG terkait fenomena pasang maksimum air laut, yang berpotensi memicu banjir rob pada 11–20 Desember 2024, terbukti akurat.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, menyoroti bahwa banjir rob disebabkan oleh belum rampungnya pembangunan tanggul pantai yang seharusnya menjadi perlindungan utama.
Teguh menegaskan, “Area yang belum memiliki tanggul pantai menjadi wilayah yang paling terdampak rob.”
Proyek Tanggul Pantai yang Mangkrak Sejak 2014
Proyek tanggul sepanjang 39 kilometer ini direncanakan sejak era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melalui program NCICD.
Namun, hingga kini, sekitar 16,1 kilometer tanggul belum terealisasi. Menurut Teguh, proyek ini membutuhkan sinergi antara Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Pemprov DKI Jakarta untuk diselesaikan secara bertahap.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Lefy, menekankan pentingnya percepatan pembangunan. “Proyek ini harus segera selesai agar manfaatnya bisa dirasakan warga pesisir,” ujarnya.
Wilayah Terdampak Banjir Rob
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 13 RT di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu terendam banjir dengan ketinggian genangan bervariasi: