Koordinator lapangan aksi, Agus Salim, menegaskan bahwa mahasiswa menuntut komitmen Viman-Diky untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Kota Tasikmalaya, termasuk isu perda tata nilai yang dinilai belum berjalan dengan baik.
“Kami selalu melakukan advokasi terkait permasalahan yang belum terselesaikan. Kami ingin wali kota saat ini benar-benar menuntaskan persoalan tersebut,” tegas Agus kepada wartawan.
Agus juga menyoroti aksi sweeping yang dilakukan oleh kelompok tertentu dengan mengatasnamakan perda tata nilai.
“Aksi itu melanggar aturan karena hanya Satpol PP yang memiliki wewenang menjalankan perda tersebut. Dengan tagline yang dimiliki Pak Viman, yaitu 'Harapan Baru, Tasik Maju', kami berharap ini menjadi kenyataan, bukan hanya slogan semata,” tambahnya.
Menanggapi aksi unjuk rasa tersebut, Viman Alfarizi langsung turun menemui massa demonstran.
Ia duduk bersama para mahasiswa, mendengarkan tuntutan mereka secara langsung, dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.
Sikap terbuka dan responsif dari wali kota baru ini mendapat perhatian banyak pihak, yang berharap komunikasi antara pemerintah dan masyarakat terus terjalin dengan baik selama masa kepemimpinannya.
Dengan momentum sertijab ini, masyarakat Kota Tasikmalaya menaruh harapan besar pada kepemimpinan Viman Alfarizi Ramadhan dan Diky Chandra untuk membawa perubahan positif, menjawab berbagai tantangan, serta mewujudkan visi pembangunan yang berkelanjutan di kota Tasikmalaya.***