Sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak 1994, PT Mendong Java Woven terus berkomitmen mengembangkan produk berbasis kearifan lokal dengan inovasi dan desain kontemporer.
Kegiatan pelepasan ekspor ini turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida ESP, Wakapolres Tasikmalaya, perwakilan Kodim 0612 Tasikmalaya, Bea Cukai, serta instansi terkait lainnya.
Dalam keterangannya, Laura Rulida ESP menekankan pentingnya dukungan terhadap UMKM agar mampu berdaya saing di tingkat global.
"Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung UMKM, baik dalam peningkatan kapasitas produksi, akses pembiayaan, hingga pendampingan untuk memperoleh sertifikasi internasional yang menjadi syarat dalam perdagangan global," ujarnya.
Lebih lanjut, Laura Rulida ESP juga mengungkapkan bahwa Bank Indonesia telah memfasilitasi PT Mendong Java Woven dalam memperoleh sertifikasi Business Social Compliance Initiative (SMETA) dan Sertifikasi Legalitas Kayu (SVLK), yang menjadi syarat utama dalam ekspor ke berbagai negara.
"Dengan adanya sertifikasi ini, produk Tasikmalaya semakin dipercaya di pasar internasional, dan kami berharap lebih banyak UMKM lokal yang dapat menembus pasar ekspor," tambahnya.
Selain dukungan terhadap aspek legal dan finansial, keberlanjutan industri anyaman mendong juga menjadi perhatian utama.
PT Mendong Java Woven bekerja sama dengan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Saluyu, yang memiliki ratusan anggota pengrajin dalam menyediakan bahan baku mendong berkualitas tinggi.
Dalam kesempatan ini, Bank Indonesia Tasikmalaya juga memberikan bantuan 15 unit Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) kepada KUBE Saluyu guna meningkatkan kapasitas produksi.***