Ia juga meminta agar masyarakat mematuhi aturan parkir agar tidak menimbulkan kemacetan di jalan utama sekitar Alun-Alun.
Untuk mendukung pengelolaan kawasan, Herdiat mengusulkan penempatan personel dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan agar dapat menjaga ketertiban dan mengatur lalu lintas secara berkala.
Meskipun sudah diresmikan, Bupati mengakui masih ada beberapa fasilitas yang belum rampung, seperti pemasangan eskalator yang tertunda akibat keterbatasan dana.
Namun, ia memastikan bahwa penyempurnaan fasilitas akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah.
Lebih lanjut, Herdiat menaruh harapan besar terhadap dampak ekonomi dari kehadiran food court ini.
Ia meyakini bahwa keberadaan pusat kuliner tersebut akan memberikan dorongan signifikan bagi pelaku UMKM, membuka lapangan kerja, serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ini bukan hanya soal ruang fisik. Ini tentang bagaimana kita menghidupkan ruang ini menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat. Mari kita rawat dan manfaatkan fasilitas ini bersama-sama,” pungkas Herdiat.
Dengan wajah baru yang lebih tertata dan fasilitas yang kian lengkap, Alun-Alun Ciamis kini tidak hanya menjadi ikon kota, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi lokal dan semangat kreativitas warga Tatar Galuh.***