Selain itu, layanan mobil dan motor perpustakaan keliling terus diperkuat untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang belum terlayani secara optimal.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Bunda Literasi Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat, yang memberikan semangat serta dorongan kepada para finalis.
Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya duta baca sebagai teladan yang menghidupkan semangat membaca di lingkungan masing-masing.
“Literasi adalah fondasi kemajuan bangsa. Mari manfaatkan setiap sudut ruang publik di desa untuk menghadirkan pojok baca yang aktif dan menarik,” tegas Kania.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan waktu tunggu saat kegiatan desa untuk membaca, sebagai upaya menyisipkan budaya literasi dalam keseharian.
Menurut panitia pelaksana, Yeti, ajang pemilihan duta baca ini memiliki dasar hukum yang kuat.
Kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 17 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan.
Proses seleksi dilakukan dengan transparan dan profesional, melibatkan juri dari unsur widyaiswara dan paguyuban duta baca tingkat kabupaten hingga provinsi.
Hal ini dilakukan agar yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan semangat untuk menginspirasi masyarakat.
Dengan diselenggarakannya pemilihan ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap bisa mencetak generasi cerdas, kreatif, dan berdaya saing, yang tidak hanya mahir dalam literasi digital, tetapi juga mampu membawa perubahan positif bagi masa depan daerah dan bangsa.
“Buku bisa membuka cakrawala. Sementara satu duta baca, bisa menjadi obor yang menyalakan semangat membaca bagi ribuan orang,” pungkas Dadan Wiadi dengan optimis.***