Wahyu menyebut bahwa para anggota TNI yang menjadi korban adalah personel berdedikasi tinggi yang tengah menjalankan tugas negara.
“Kami segenap jajaran TNI Angkatan Darat menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Para prajurit yang gugur adalah pejuang dengan semangat pengabdian luar biasa. Kami juga berduka atas korban masyarakat sipil,” ungkapnya.
Tragedi ini meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga korban, masyarakat sekitar, serta institusi militer.
TNI AD pun berkomitmen untuk mengevaluasi prosedur pemusnahan amunisi ke depan demi memastikan keselamatan personel dan warga di sekitar lokasi.
Pihak berwenang juga telah melakukan pengamanan di sekitar area ledakan dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.
Sementara itu, proses investigasi terus berlangsung untuk mengungkap latar belakang ledakan dan potensi kelalaian yang mungkin terjadi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penanganan bahan peledak, meskipun dalam konteks pemusnahan, tetap harus dilakukan dengan standar keamanan tertinggi.***