hukum

Hasil Uji Labfor Bareskrim Ungkap Skripsi dan Ijazah Jokowi Asli, Identik dengan Dokumen Rekan Kuliah di UGM

Jumat, 23 Mei 2025 | 07:03 WIB
Presiden ke-7 RI, Jokowi dan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro. (Kolase Instagram.com/@jokowi/bareskrim)

 

Mediapriangan.com - Isu mengenai dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, kembali mendapat sorotan.

Untuk merespons polemik tersebut, Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan mendalam melalui uji laboratorium forensik (labfor), termasuk terhadap skripsi Jokowi saat kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro, menyatakan bahwa skripsi Jokowi yang berjudul "Studi tentang Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta" telah diuji bersama dengan skripsi dari senior dan juniornya di Fakultas Kehutanan UGM.

Baca Juga: 6 Investor Swasta Suntik Rp3,65 Triliun ke IKN, Ada yang Bangun Hotel Mewah hingga Sekolah Internasional

"Penelitian dilakukan terhadap mesin ketik yang digunakan dalam penulisan. Saat itu, dikenal dua jenis mesin tik: Pica dan Elite. Skripsi Jokowi menggunakan tipe Pica," jelas Rahardjo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kamis, 22 Mei 2025.

Menurutnya, penelitian dilakukan menyeluruh dari Bab I hingga akhir, termasuk lembar pengesahan yang terbukti dicetak dengan metode handpress letterpress.

Karakteristik teknik ini membuat tulisan terasa timbul saat diraba, dan hal tersebut telah dikonfirmasi sesuai dengan metode cetak yang umum pada era itu.

Baca Juga: Bareskrim Buka Fakta Asli Ijazah Jokowi, Uji Lab Ungkap Presiden RI Lulus SMA 6 Surakarta Tahun 1980

Bareskrim juga menelusuri dan memverifikasi ijazah asli Jokowi dengan nomor 1120, yang diterbitkan pada 5 November 1985 oleh Fakultas Kehutanan UGM.

Dokumen itu diuji laboratorium dan dibandingkan dengan tiga ijazah milik rekan seangkatannya.

"Pengujian mencakup bahan dan keamanan kertas, teknik pencetakan, tinta tulisan tangan, serta keaslian cap dan tanda tangan dekan serta rektor," terang Rahardjo.

Baca Juga: Danantara Bakal Masuk Proyek Energi, Bahlil Sebut Ikuti Arah Prabowo, ESDM Siap Atur Skala Prioritas Investasi

Hasil analisis menunjukkan bahwa baik skripsi maupun ijazah Jokowi identik dengan dokumen pembanding. Dengan kata lain, tidak ditemukan indikasi pemalsuan.

Halaman:

Tags

Terkini