pendidikan

Generasi Muda Wajib Melek Data, Hanya 1 Persen Talenta Digital Indonesia Kuasai AI, Cek Solusi Praktisnya

Rabu, 20 Agustus 2025 | 21:20 WIB
Foto ilustrasi - Di era digital, literasi data jadi kunci. Sayangnya, masih banyak pemuda Indonesia tertinggal, padahal potensinya sangat besar (Instagram.com/explored.ai)

 

 

Mediapriangan.com - Di tengah arus digitalisasi yang merambah hampir semua lini kehidupan, kemampuan menguasai data menjadi keterampilan tak terelakkan. Sayangnya, sebagian besar generasi muda Indonesia masih tertinggal dalam literasi data.

Menurut laporan UNDP 2024, jumlah pemuda Indonesia usia 16–30 tahun mencapai 64 juta jiwa atau sekitar 23,2% populasi.

Dari jumlah tersebut, 25,8% masuk kategori NEET (Not in Education, Employment, or Training), yang menandakan adanya potensi besar namun belum tergarap optimal.

Baca Juga: Studi Global Sebut 76 Persen Warga RI Khawatir Pekerjaan Digantikan AI, Berbanding Terbalik dengan Jepang dan Jerman

Pemerintah menargetkan lahirnya 9 juta talenta digital pada 2030, dengan kebutuhan sekitar 600 ribu orang baru setiap tahun.

Namun, data Tech for Good Institute 2025 mengungkap fakta lain: hanya 50% talenta digital Indonesia yang menguasai keterampilan dasar hingga menengah, sementara hanya 1% yang sudah berada pada level lanjutan seperti kecerdasan buatan (AI).

Kesenjangan ini juga tercermin dalam dunia pendidikan. Riset PLOS ONE awal 2025 menunjukkan, pelatihan singkat seperti bootcamp literasi data bagi pelajar SMA dan SMK mampu meningkatkan kesadaran pentingnya data.

Baca Juga: Film Animasi Merah Putih One for All Tuai Rating 1,0 di IMDb, Penonton Kritik Kualitas hingga Dugaan Plot Hasil AI

Peserta bahkan merasakan manfaat nyata dari penggunaan sederhana, misalnya Microsoft Excel, untuk analisis sehari-hari.

Literasi data tak hanya membantu menjawab kebutuhan industri yang semakin berbasis data, tetapi juga meningkatkan daya saing individu.

Selain itu, keterampilan ini memperkuat kemampuan berpikir kritis di tengah derasnya informasi yang tidak selalu valid.

Baca Juga: RI Siapkan Sovereign AI Fund, Target Jadi Pusat Teknologi AI Asia Tenggara, Media Asing Soroti Langkah Besarnya

Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, pendidikan non-formal hadir sebagai solusi. Salah satunya melalui DQLab Live Class, platform belajar interaktif yang menghadirkan pembelajaran praktis, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan industri.

Halaman:

Tags

Terkini