peristiwa

Kecelakaan Bus Rombongan Nakes RSBS Jember di Jalur Bromo, 3 Korban Pulang, 21 Masih Dirawat Intensif

Selasa, 16 September 2025 | 15:41 WIB
Jalur Bromo Terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus rombongan tenaga kesehatan (Nakes) RS Jember di kawasan Jalur Bromo, Probolinggo, Jawa Timur (Jatim). (X.com/@AnisLaba)

 

Mediapriangan.com - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga besar Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember setelah kecelakaan bus yang membawa rombongan tenaga kesehatan (Nakes) mereka terjadi di kawasan Jalur Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (14/9/2025).

Bus bernomor polisi P-7221-UG tersebut diketahui membawa 52 penumpang, terdiri dari karyawan RSBS dan keluarganya. Mereka berangkat ke Gunung Bromo untuk menggelar acara syukuran kelulusan kuliah Strata 1 (S1).

Namun perjalanan wisata itu berubah menjadi tragedi setelah bus tergelincir di jalan menurun dan menikung.

Baca Juga: PO Bus SAN Putra Sejahtera Hentikan Musik di Perjalanan, Taat Aturan Royalti agar Tak Bebani Penumpang

Kapolres Probolinggo, AKBP Wahyudin Latif menjelaskan, bus yang dikemudikan Al-Bahri diduga mengalami gagal fungsi rem sehingga laju kendaraan tak terkendali.

“Bus kemudian menabrak pembatas jalan sebelah kanan dan menghantam sepeda motor dengan Nopol N-2856-OE. Akibatnya, delapan orang meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkap Latif.

Petugas gabungan bersama warga segera melakukan evakuasi. Sebanyak 44 penumpang yang mengalami luka-luka dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan di Probolinggo, termasuk RS dr. Mohamad Saleh dan RS Arrozi.

“Untuk penyebab kecelakaan, masih kita lakukan penyelidikan,” tambah Kapolres.

Baca Juga: Viral Laptop Penumpang Hilang, Rosalia Indah Nonaktifkan Kru Bus dan Akui CCTV Bermasalah Saat Insiden Terjadi

3 Korban Pulang, 21 Masih Dirawat

Pemilik RSBS Jember, dr. Faida, mengonfirmasi tiga korban sudah diperbolehkan pulang pada Selasa (16/9/2025). Mereka adalah Dwi Puji Lestari, Titik Irma, dan Diana Azizah. “Kondisinya sudah membaik dan kini mereka melanjutkan perawatan secara rawat jalan,” kata Faida.

Meski demikian, masih ada 21 korban lainnya yang mengalami luka berat hingga sedang dan harus menjalani perawatan intensif di RSBS.

Dari jumlah tersebut, delapan orang di antaranya menjalani operasi patah tulang, sementara satu pasien harus menjalani operasi bedah saraf akibat cedera kepala serius.

Halaman:

Tags

Terkini