Dalam sambutan tertulisnya, ia menekankan peran vital apoteker sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di wilayah dengan tantangan kesehatan yang kompleks.
“Profesi apoteker memiliki peran strategis yang besar yang tidak dapat diabaikan. Kabupaten Ciamis dengan populasi yang tersebar di berbagai Kecamatan dan pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang menghadapi tantangan kesehatan yang kompleks, disinilah peran apoteker menjadi sangat krusial sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Ciamis juga berkomitmen memperkuat peran apoteker melalui modernisasi fasilitas apotek dan penguatan ekosistem layanan kesehatan, khususnya di wilayah yang belum terlayani optimal.
Kepala Dinas Kesehatan Ciamis yang diwakili Eni Rochaeni turut menyampaikan rasa bangganya terhadap kiprah apoteker.
Berdasarkan data, terdapat 153 apoteker yang bertugas di apotek, 37 di puskesmas, 19 di rumah sakit, 5 di Pedagang Besar Farmasi, dan 1 di usaha kecil obat tradisional.
“Dinas Kesehatan berkomitmen untuk memperkuat profesi apoteker melalui penyusunan standar pelayanan, kolaborasi lintas-sektor, pengembangan kompetensi, dan pemanfaatan teknologi,” jelasnya.
Eni Rochaeni juga menyoroti pentingnya peran apoteker dalam menghadapi peningkatan kasus penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan jantung.
Peringatan Hari Farmasi Sedunia 2025 di Kabupaten Ciamis ini diharapkan menjadi titik penguat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk mewujudkan layanan farmasi yang lebih merata, modern, dan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.***