“Melalui Raksa Budaya Santun, kami ingin mengingatkan bahwa budaya adalah jati diri Kota Tasikmalaya. Raksa Budaya Santun menjadi wadah pelestarian nilai-nilai lokal sekaligus mempererat silaturahmi warga,” ujar Viman.
Lebih lanjut, Viman menjelaskan bahwa tema Hari Jadi ke-24 Kota Tasikmalaya, Santun – Selalu Ada, Nyaman, Tulus, dan Unggul, menjadi refleksi dari semangat pelayanan pemerintah yang berakar pada nilai budaya dan kearifan lokal.
“Kami ingin budaya dan kegiatan sosial berjalan beriringan, agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Selain pertunjukan seni, Raksa Budaya Santun juga menghadirkan bazar UMKM, Gerakan Pangan Murah, pelayanan publik keliling, hingga penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra Negara dijadwalkan turut hadir dan berbaur bersama warga untuk menikmati penampilan seni tradisional khas Sunda. Acara ini juga akan dihadiri oleh unsur Forkopimda, anggota DPRD, serta tokoh masyarakat.
Melalui Raksa Budaya Santun, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap semangat kebersamaan dan kecintaan warga terhadap budayanya dapat terus tumbuh.
Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa Hari Jadi Kota Tasikmalaya bukan hanya tentang pesta perayaan, tetapi juga tentang menjaga warisan dan mempererat persaudaraan antarwarga.***