Mediapriangan.com - Pengakuan terbuka yang disampaikan Abriadi Tri Putra Bungsu memicu perhatian luas di media sosial. Kepala SPPG Sumut tersebut muncul dalam sebuah video klarifikasi dan mengakui sejumlah tindakan pribadi yang belakangan menjadi perbincangan publik.
Dalam video yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya, Abriadi Tri Putra Bungsu mengakui pernah terlibat judi online saat masih menjabat sebagai Kepala SPPG Sumut. Selain itu, ia juga membenarkan pernah membawa seorang wanita yang bukan pasangan sah ke area dapur MBG ketika bertugas.
"Saya mengakui bahwa video tersebut adalah benar," ungkap Abri.
"Untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pimpinan instansi atas kesalahan pribadi yang saya lakukan," jelasnya sambil menangis tersedu.
Pengakuan tersebut membuat nama Kepala SPPG Sumut menjadi sorotan. Namun di balik permintaan maaf itu, Abriadi Tri Putra Bungsu juga mengungkap sejumlah persoalan yang menurutnya terjadi dalam pengelolaan dapur MBG di wilayah Sibolga Selatan.
Menurut keterangannya, peristiwa yang berkaitan dengan tindakan pribadinya terjadi pada akhir Maret hingga awal April 2026. Ia menyebut masalah tersebut sebenarnya telah diselesaikan secara internal melalui teguran dari pimpinan dan permintaan maaf kepada masyarakat sekitar.
Meski demikian, isu itu kembali mencuat setelah dirinya melaporkan sejumlah dugaan pelanggaran yang diduga terjadi dalam operasional dapur MBG. Laporan tersebut disebut berkaitan dengan berbagai aspek pengelolaan program Makan Bergizi Gratis.
Baca Juga: Armada Logistik Koperasi Merah Putih Mulai Mengaspal di Tasikmalaya
Dalam penjelasannya, Kepala SPPG Sumut menyoroti kualitas bahan baku yang dinilai tidak sesuai standar. Selain itu, fasilitas dapur MBG juga disebut belum sepenuhnya memenuhi ketentuan teknis yang berlaku.
Tidak hanya itu, Abriadi Tri Putra Bungsu turut mengungkap dugaan pelanggaran lain yang menurutnya perlu mendapat perhatian. Ia menyinggung adanya dugaan mark up harga serta persoalan distribusi bahan baku yang mengalami keterlambatan.
Pernyataan tersebut kemudian berkembang menjadi polemik baru setelah ia mengaku mendapatkan tekanan psikologis dari pihak yang dipersoalkannya.
"Mereka menyampaikan punya banyak media dan video itu terus dijadikan dasar tekanan psikologi kepada saya," terangnya.
Artikel Terkait
Penjualan Kulit Hewan Kurban Lebaran 1447 H di Kota Tasikmalaya Menurun, Harga Kulit Ikut Turun
Bukan Cuma Lintasan ke Bandung! Ini 3 Wisata Terindah di Subang Jawa Barat yang Lagi Viral, Sudah Pernah ke Sini?
Dijuluki Kepingan Surga! Ini Pesona Telaga Biru Cicerem, Objek Wisata Kuningan Jawa Barat yang Punya Air Sebening Kristal
Kasus Anak Bupati Riau Positif Ganja Viral, BNN Sebut AF Hanya Terpapar Asap di Toilet Tempat Hiburan Malam
Selebgram Pekanbaru Positif Narkoba saat Razia Kelab Malam, Polisi Sita Ganja dan Cairan Etomidate
Gu Sol Dapat Kontrak Pendek di Hyundai Hillstate, Siap Jadi Pelapis Setter untuk Megawati Hangestri