TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Armada truk pengangkut kebutuhan pokok mulai bergerak sebagai bagian dari persiapan operasional 302 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Kehadiran puluhan truk tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung distribusi pangan dan kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok desa.
Pemerintah tidak hanya membangun gedung koperasi, tetapi juga menyiapkan sistem logistik yang terintegrasi agar koperasi mampu menjalankan fungsi ekonomi secara mandiri.
Salah satu langkah strategis yang kini dilakukan adalah penyediaan armada angkut untuk mendukung distribusi barang dari dan menuju desa.
Baca Juga: Banjir Bandang Gorontalo Utara Sisakan Lumpur dan Kerusakan, 529 KK di 5 Desa Masih Terdampak
Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf M. Imvan Ibrahim, mengatakan kebutuhan armada logistik menjadi bagian penting dalam pengembangan KDMP yang saat ini terus dipercepat pembangunannya.
"Dari kebutuhan armada untuk 302 koperasi, saat ini sudah didistribusikan 57 unit truk Fuso. Selain itu disiapkan 50 unit jeep bak terbuka 4x4, dengan 15 unit di antaranya telah tiba di Tasikmalaya. Koperasi juga akan dilengkapi kendaraan pendukung berupa motor roda tiga untuk menunjang mobilitas di tingkat desa," ujar Imvan, Jumat (29/5/2026).
Hingga akhir Mei 2026, sekitar 80 unit koperasi telah rampung dibangun. Koperasi yang telah selesai menjadi prioritas penerima armada operasional agar dapat segera menjalankan aktivitas ekonomi setelah resmi beroperasi.
Baca Juga: Sorotan Menguat di Teluk Buli, Desakan Audit PT FHT Mencuat Usai Dugaan Pencemaran Kali Kukuba
Menurut Imvan, keberadaan truk Fuso bukan untuk mengangkut material pembangunan koperasi. Armada tersebut dipersiapkan sebagai kendaraan distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari beras, pupuk, air bersih, hingga gas.
Dengan memiliki armada sendiri, koperasi diharapkan mampu memangkas biaya distribusi yang selama ini bergantung pada jasa angkutan pihak ketiga. Efisiensi tersebut diyakini akan berdampak langsung pada stabilitas harga barang di tingkat masyarakat.
"Truk-truk ini nantinya menjadi sarana distribusi utama koperasi. Tujuannya agar kebutuhan masyarakat dan hasil produksi desa dapat bergerak lebih cepat dan biaya logistik bisa ditekan," katanya.
Baca Juga: Gu Sol Dapat Kontrak Pendek di Hyundai Hillstate, Siap Jadi Pelapis Setter untuk Megawati Hangestri
Artikel Terkait
Babak Baru Skandal Suap DJKA, KPK Bidik Klaster Kepala Balai Kemenhub Terkait Aliran Gratifikasi Proyek Kereta Api
Bukan Cuma Puncak! Ini 3 Destinasi Wisata Hits di Cianjur Jawa Barat yang Punya Vibes Luar Negeri, Penasaran?
Penjualan Kulit Hewan Kurban Lebaran 1447 H di Kota Tasikmalaya Menurun, Harga Kulit Ikut Turun
Aston Inn Tasikmalaya dan Polres Tasikmalaya Kota Perkuat Kepedulian Lewat Distribusi Daging Kurban
Bukan Cuma Lintasan ke Bandung! Ini 3 Wisata Terindah di Subang Jawa Barat yang Lagi Viral, Sudah Pernah ke Sini?
Dijuluki Kepingan Surga! Ini Pesona Telaga Biru Cicerem, Objek Wisata Kuningan Jawa Barat yang Punya Air Sebening Kristal