daerah

Rukmini Yusuf dan Teater Dongkrak Raih Anugerah Budaya 2025, Jejak Panjang Dedikasi Seni di Kota Tasikmalaya

Minggu, 9 November 2025 | 13:52 WIB
Pelukis Rukmini Yusuf (paling kanan) dan Jabo Widianto (Wit Jabo Teater Dongkrak) menerima Anugerah Budaya 2025 dari DKKT di Swasana, Sabtu malam (8/11/2025). (Dok. Hendra C)

Ia menjelaskan, proses penentuan penerima penghargaan dilakukan secara selektif oleh tim riset selama tiga bulan, dengan mempertimbangkan tujuh kriteria utama, orisinalitas karya, dampak sosial, kontribusi kebudayaan, hingga keberlanjutan regenerasi seni.

"Apresiasi kami berikan dalam bentuk cendera mata dan uang penghargaan sebesar Rp10 juta untuk masing-masing penerima,” tambahnya.

Baca Juga: Meriah, Penutupan Raksa Budaya Santun di Purbaratu Warnai Akhir Rangkaian HUT ke-24 Kota Tasikmalaya

Bode juga menegaskan bahwa penghargaan tidak hanya diberikan kepada seniman yang berdomisili di Kota Tasikmalaya, tetapi juga kepada mereka yang telah membawa nama baik Tasikmalaya di tingkat nasional, meski tinggal di luar daerah.

"Dua penerima tahun ini merupakan hasil seleksi dari banyak nominasi. Dari sekian banyak nama, dikerucutkan menjadi dua seniman dengan kontribusi paling menonjol,” jelas Bode.

Sebagai bentuk dokumentasi perjalanan panjang penghargaan ini terang dia, DKKT juga meluncurkan buku berjudul Para Pengabdi Seni, yang memuat kisah dan kiprah para penerima Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Cihideung Jadi Pusat Perayaan Raksa Budaya Santun, Begini Cara Kota Tasikmalaya Jaga Budaya di Tengah Modernisasi

“Sebagai bentuk penghargaan, kami juga meluncurkan buku yang memuat para penerima Anugerah Budaya dari tahun ke tahun. Selama dua periode perjalanan DKKT ini telah kami dokumentasikan dalam sebuah buku berjudul Para Pengabdi Seni,” ujar Bode.

Sejak pertama kali digelar, Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya telah memberikan apresiasi kepada sejumlah tokoh di antaranya Hj. Momoh Patimah dan Bambang Arayana Sambas (2021), Soni Farid Maulana dan Hato’an Wangsasenjaya (2022), Odin Bachroedin dan Maman Suherman (2023), serta Godi Suwarna dan Doddy Ronald (2024).

Selain menyerahkan penghargaan kepada Rukmini Yusuf dan Teater Dongkrak, DKKT juga meluncurkan buku Para Pengabdi Seni yang memuat dokumentasi perjalanan penerima Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya. (Dok. Hendra C)

Sementara Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi DKKT.

"Kiprah para seniman selama dua periode terakhir sangat luar biasa. Penghargaan bagi Rukmini Yusuf dan Teater Dongkrak ini menjadi bukti nyata perhatian DKKT terhadap para pelaku seni," ucap Kepler.

Ia berharap, perhatian pemerintah terhadap dunia kesenian terus meningkat.

"Mudah-mudahan dengan kehadiran Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara dan perwakilan Kementerian Kebudayaan, perhatian terhadap DKKT dan dunia seni di Kota Tasikmalaya semakin besar," ujar Kepler.

Baca Juga: Desak Pemkot Tasikmalaya Tepati Janji, Kepler Sianturi Ungkap Langkah Lanjutan Soal Jalan dan Tambang Pasir Sukalaksana

Halaman:

Tags

Terkini