Lebih lanjut kata dia, dibantu oleh TNI-POLRI dan unsur lainnya, pencarian dipusatkan sekitar saluran yang di indikasikan menjadi titik pertama anak tersebut diduga hanyut.
"Di sisi lain, kami juga bersama tim melakukan upaya-upaya pencarian di luar pencarian di saluran, yaitu mengecek ke beberapa rumah warga yang memiliki kamera pengawas tapi ternyata kamera pengawas itu tidak dapat mendukung, karena arahnya tidak mengarah ke jalan. Sehingga kita tidak mengetahui apakah anak itu hanyut atau tidak,"ungkapnya.
Baca Juga: Ribuan Botol Miras dan Knalpot Brong Dimusnahkan di Kota Tasikmalaya Jelang Tahun Baru 2026
Pihaknya juga, ujar Harisman, telah melakukan koordinasi dengan beberapa wilayah yang kemungkinan apabila korban sudah melewati batas wilayah Kota Tasikmalaya.
"Ya, kami juga terus berkoordinasi dengan BPBD Ciamis dan BPBD Banjar,"jelasnya.
Lanjut Harisman, BPBD juga sudah coba berkoordinasi dengan pihak Basarnas sebagai saksi guna memastikan bahwa memang anak tersebut betul-betul hanyut sehingga untuk pergerakannya pencarian lebih jelas.
"Kalau pun tidak ada saksi pihak Basarnas, kami menunggu laporan resmi dari pihak Kepolisian untuk bisa menurunkan tim, " Jelasnya.***