TASIKMALAYA, Medipriangan.com - Ketua I Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Tasikmalaya Rani Permayani, mundur dari kepengurusan (TP) PKK Kota Tasikmalaya. Pengajuan pengunduran Rani disampaikan langsung melalui surat ke Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, Elvira Kamarrow Putri.
Rani menegaskan, keputusannya untuk mundur dari kepengurusan PKK Kota Tasikmalaya tidak berkaitan dengan persoalan internal maupun dinamika kepengurusan PKK. Istri dari Wakil Walikota Diky Candra tersebut menyebut, walau sudah mundur, komunikasi dengan jajaran pengurus, termasuk ketua TP PKK, tetap berjalan baik.
"Tidak ada masalah apa pun. Saya juga masih diberi ruang kalau suatu saat ingin aktif kembali," kata Rani, Senin 5 Januari 2026.
Baca Juga: Terima Bantuan Traktor Kementan, Gapoktan di Kota Tasikmalaya Optimistis Dongkrak Produksi Pertanian
Menurutnya, alasan utama mundur dari kepengurusan PKK adalah karena permintaan suami yang mempertimbangkan kondisi kesehatan pribadinya.
Saat ini kata Rani, dirinya rutin menjalani terapi ke Bogor dan harus membagi waktu dan energi secara ketat, sehingga sulit untuk mengikuti ritme kegiatan PKK yang menuntut kehadiran fisik dan kesiapan penuh dalam berbagai agenda.
"Ya karena semata alasan kesehatan saja, mungkin saya perlu konsen dulu di pemulihan kesehatan," ujarnya.
Saat ini, Rani mengaku, dirinya lebih memilih menjalani aktivitas di lingkungan yang lebih tenang dan nyaman, termasuk di kebun untuk proses pemulihan yang memiliki udara lebih segar.
"Sekarang lebih banyak di kebun, karena udara salah satu faktor penyembuh" kata Rani.
Ditanya terkait itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, membenarkan keputusan tersebut telah dibicarakan bersama keluarga. Ia menyebut aktivitas istrinya memang perlu dibatasi dalam beberapa waktu kedepan.
"Ada kondisi yang membuat aktivitasnya harus dikurangi. Saya gak berani spil, sakitnya lumayan parah. Kalau kecapean lumayan juga jadi PR," Katanya.