TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Penjualan BBM Pertamax di Kota Tasikmalaya mengalami penurunan sekitar 30 persen setelah pemerintah melalui PT Pertamina menaikkan harga BBM Pertamax pada 10 Juni 2026 dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.
Dampak kenaikan tersebut dirasakan masyarakat, khususnya pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. Banyak pengendara memilih beralih menggunakan Pertalite karena dinilai lebih terjangkau, meski untuk kendaraan keluaran terbaru perubahan jenis bahan bakar dapat menjadi pertimbangan tersendiri.
Kondisi itu terjadi di SPBU 34.46124 yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Di SPBU tersebut, penjualan BBM Pertamax tercatat turun hingga 30 persen sejak kenaikan harga diberlakukan.
Momon Purnomo (54), warga Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, mengaku terpaksa beralih menggunakan Pertalite karena harga BBM Pertamax dinilai sudah terlalu tinggi.
"Kenaikannya terlalu tinggi, kalau naiknya seribu atau dua ribu mungkin masih bisa pakai Pertamax," ujar Momon.
Pengawas SPBU 34.46124 Jalan Perintis Kemerdekaan, Cuha, menjelaskan penjualan BBM Pertamax memang mengalami penurunan sekitar 30 persen sejak harga naik. Menurutnya, banyak pelanggan yang sebelumnya menggunakan Pertamax kini memilih beralih ke Pertalite.
Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya Lantik 3 Pejabat Eselon II Definitif, Ini Pesan Viman Alfarizi untuk ASN
"Hal itu dampak dari banyaknya pelanggan Pertamax yang beralih ke Pertalite," kata Cuha.
Meski demikian, Cuha memastikan ketersediaan seluruh jenis BBM di SPBU masih aman, termasuk Pertalite yang saat ini mengalami peningkatan permintaan.
"Kita selalu mengutamakan pelayanan terbaik untuk semua konsumen, khususnya di SPBU kita," ujarnya.***
Artikel Terkait
PAN Kota Tasikmalaya Bidik Delapan Kursi DPRD pada Pileg 2029, Soliditas Partai Jadi Kunci Kemenangan
HUT ke-118 INI, 95 Notaris Kota Tasikmalaya Perkuat Hukum Waris Islam untuk Cegah Sengketa Waris
Menagih Oleh-Oleh APEKSI 2026 untuk Kota Tasikmalaya
Pelatihan HACCP di Kota Tasikmalaya, Diky Chandra: Dapur yang Melanggar Ketentuan Bisa Diberhentikan
Inflasi Kota Tasikmalaya Juni 2026 Hanya 0,03 Persen, Penutupan MBG Ikut Tekan Kenaikan Harga
Hujan Tak Kunjung Turun, Petani Kota Tasikmalaya Waswas Lahan Pertanian Terancam Puso