Dalam aspek distribusi, FGD merekomendasikan optimalisasi dukungan logistik, termasuk penambahan mobil maskara dari pemerintah provinsi.
Ketersediaan armada dinilai krusial untuk menjangkau 116 desa di Kabupaten Ciamis dan memperlancar rantai pasok pangan dari sentra produksi ke titik konsumsi MBG.
Baca Juga: Jelang Tutup Tahun 2025, Bupati Herdiat Resmi Lantik 5 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Ciamis
Solusi lain yang mengemuka adalah pengembangan Mikro Organisme Lokal (MOL) sebagai pupuk alternatif.
Pemanfaatan MOL diharapkan mampu menekan biaya produksi petani, mengelola limbah secara optimal, serta memperkuat sistem pertanian berkelanjutan dalam kerangka KDMP dan ketahanan pangan.
FGD juga menyoroti pentingnya kejelasan regulasi turunan dari Instruksi Presiden Nomor 17 terkait percepatan gerai KDMP. Kepastian aturan dinilai akan mempercepat integrasi KDMP dengan MBG serta memperkuat peran daerah dalam menjalankan Program Prioritas Nasional.
Baca Juga: Kabupaten Ciamis Borong Penghargaan Akhir 2025, Bupati Herdiat Tegaskan Capaian Bukan Tujuan Utama
Selain itu, forum merumuskan langkah antisipatif untuk menghadapi fluktuasi harga pangan, khususnya komoditas strategis seperti daging dan bawang.
Penguatan koordinasi lintas sektor dan perbaikan rantai distribusi dipandang sebagai solusi menjaga stabilitas harga dan pasokan.***