daerah

Peringatan HPN 2026, Kapolres: Media Bukan Sekadar Corong, Tetapi Cermin Pelayanan Kepolisian ke Ruang Publik

Senin, 9 Februari 2026 | 19:08 WIB
Ketua PWI Tasikmalaya Asep Juhariyono melakukan potong tumpeng disaksikan Kapolres Tasikmalaya kota AKBP Andi Purwanto pada kegiatan Hari Pers Nasional tahun 2026 yang digelar di aula Mapolres Tasikmalaya Kota, Senin (9/2/2026). (Dok. Asep M.S)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) seyogyanya tidak hanya dimaknai bukan dengan kegiatan seremonial saja , melainkan dengan kebersamaan dan silaturahmi berbagai pihak.

Hal itu disampaikan Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto dihadapan para wartawan yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dalam kegiatan Hari Pers Nasional tahun 2026 yang digelar di aula Mapolres Tasikmalaya Kota, Senin (9/2/2026).

Kapolres juga mengatakan, media adalah teman seperjalanan dalam tugas perlindungan, pengayoman dan penegakan hukum di masyarakat.

Baca Juga: Peringati HPN 2026, Media di Kota Tasikmalaya Melakukan Aksi Bersih Bersih Tugu Koperasi

"Media bukan sekadar corong atau pengeras suara, tetapi cermin yang memantulkan wajah kepolisian ke ruang publik, "Katanya.

Namun Kapolres juga menegaskan, media yang diakui adalah media yang terdaftar dan berizin sesuai peraturan pemerintah.

Menurutnya, di era digital seperti sekarang, diakui atau tidak ponsel bisa jadi kantor redaksi dan setiap akun bisa merasa sebagai wartawan.

"Nah disisi inilah polisi memang menghadapi tantangan baru dimana berita lebih cepat dari laporan, opini lebih kencang dari fakta, dan viral lebih berkuasa daripada klarifikasi, "katanya.

Baca Juga: Harlah ke 100 NU di Kota Tasikmalaya Ditutup Meriah, Nilai nilai agama Ditekankan Jelang Abad Kedua

Di titik inilah ujar Kapolres, pers dituntut untuk profesional. Produk berita, bukan sekadar cepat, tapi harus tepat. Tidak hanya viral tapi harus berimbang.

"Dan bukan hanya memberitakan pekerjaan polisi, melainkan juga mengawasi kinera kepolisian, "ucap Kapolres.

Media juga tidak dilahirkan untuk selalu memuji dan polisi tidak diciptakan untuk selalu nyaman. Bukan juga sebagai ajang saling menggosok punggung, melainkan untuk saling mengingatkan bahwa demokrasi tidak hidup dari sebuah simbol.

"Tanpa insan pers, hukum bisa jadi sunyi, tanpa polisi, berita bisa kehilangan pijakan dan fakta,"katanya.

Halaman:

Tags

Terkini