Selain isu kesehatan, pendidikan karakter turut menjadi pembahasan. Presiden Mahasiswa Universitas Islam Darussalam, Rani, mengingatkan peran keluarga dalam pembentukan karakter anak.
“Pendidikan karakter tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Peran orang tua di lingkungan keluarga juga sangat penting,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa Universitas Galuh Ciamis, Istinatul Laila, menyoroti kondisi infrastruktur desa dan pengembangan wisata.
Baca Juga: Ciamis Siap Jadi Sentra kacang tanah Terintegrasi, Program Libatkan Petani dan Kementerian Pertanian
“Masih ada jalan desa yang belum optimal serta objek wisata yang belum dikelola secara maksimal. Hal ini perlu mendapat perhatian bersama,” katanya.
Menanggapi berbagai masukan dari Aliansi BEM Ciamis Raya, Bupati Ciamis menyatakan apresiasi terhadap peran mahasiswa sebagai kontrol sosial dalam refleksi satu tahun perjalanan pemerintahannya.
“Saya mengapresiasi teman-teman mahasiswa yang terus mengamati jalannya pemerintahan. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus bekerja lebih baik,” ujar Bupati.
Dalam penjelasannya, Bupati Ciamis memaparkan bahwa APBD Kabupaten Ciamis mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Dari sekitar Rp3,1 triliun pada 2020 menjadi sekitar Rp2,3 triliun pada 2026, ditambah adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Meski demikian, Pendapatan Asli Daerah terus menunjukkan tren peningkatan.
“Saya tidak ingin menaikkan pajak karena kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih pasca pandemi. Kami lebih memilih mengoptimalkan potensi daerah yang ada,” tegasnya.
Baca Juga: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Kembali Tinjau Musibah Banjir Pamarican, Pastikan Warga Tertangani
Bupati Ciamis menambahkan bahwa refleksi satu tahun ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan mahasiswa. Tantangan seperti kasus HIV, pemerataan infrastruktur, serta pembangunan karakter masyarakat membutuhkan kerja bersama lintas sektor.
“Pembangunan fisik bisa dilakukan ketika ada anggaran. Namun pembangunan nonfisik seperti mental dan karakter membutuhkan keterlibatan semua pihak,” jelasnya.
Audiensi tersebut dihadiri pula oleh sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Baik Bupati Ciamis maupun Aliansi BEM Ciamis Raya sepakat bahwa refleksi satu tahun bukan akhir evaluasi, melainkan awal dialog berkelanjutan untuk memastikan arah pembangunan daerah tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.***