daerah

Pesantren Ramadan Kabupaten Ciamis 1447 H Dibuka, Bupati Soroti Tantangan Era Digital dan Pembinaan Pelajar

Jumat, 27 Februari 2026 | 21:34 WIB
Pesantren Ramadan Kabupaten Ciamis dibuka pada Jumat, 27 Februari 2026, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya ingatkan pelajar bijak hadapi era digital dan krisis moral. (Dok. Prokopim Ciamis)

Fenomena kenakalan remaja di media sosial, penyalahgunaan narkoba, serta pergaulan bebas dinilai perlu diantisipasi melalui penguatan pembinaan keagamaan dan pengawasan bersama.

Selain pelajar, Pesantren Ramadan Kabupaten Ciamis turut melibatkan kalangan jurnalis dan lansia.

Baca Juga: Kabupaten Ciamis Raih Peringkat Pertama Nasional Anugerah Pengelolaan Sampah 2026

Kepada insan pers, Bupati berharap peran media semakin konstruktif dalam menyebarkan informasi yang menyejukkan dan mendidik masyarakat di tengah dinamika era digital.

Sementara itu, kepada peserta lansia, ia menyampaikan apresiasi atas semangat belajar yang tetap terjaga. Menurutnya, semangat menuntut ilmu tidak dibatasi usia dan tetap relevan sebagai bekal kehidupan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menggagas serta menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga Pesantren Ramadhan tahun 1447 H ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi kita semua,” pungkasnya.

Baca Juga: Refleksi Satu Tahun, Bupati Ciamis dan Aliansi BEM Ciamis Raya Bahas APBD dan Arah Pembangunan

Ketua Pelaksana H. Wawan S. Arifin menjelaskan, program Pesantren Ramadan Kabupaten Ciamis merupakan kolaborasi pemerintah daerah bersama MUI dalam mengisi bulan suci dengan pembinaan keagamaan yang terarah.

Tahun ini tercatat 460 peserta mengikuti kegiatan, terdiri dari 100 pelajar SLTA, 50 pelajar SLTP, 275 lansia, dan 40 jurnalis.

Melalui Pesantren Ramadhan Kabupaten Ciamis, pemerintah berharap pembinaan keagamaan dapat memperkuat karakter pelajar serta membentengi masyarakat dari dampak negatif era digital yang kian kompleks.***

Halaman:

Tags

Terkini