“Kalau dikelola dengan baik, sampah organik bisa jadi pakan ternak dan maggot, yang anorganik bisa dijual kembali. Semua ada manfaatnya,” ujarnya.
Herdiat Sunarya menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah tersebut lahir dari kebiasaan dan kesadaran warga.
Baca Juga: Kabupaten Ciamis Raih Peringkat Pertama Nasional Anugerah Pengelolaan Sampah 2026
Bupati Herdiat mendorong agar budaya memilah sampah terus diperkuat sebagai gerakan bersama yang berdampak langsung pada lingkungan dan ekonomi keluarga.
Selain membahas pengelolaan sampah dan inovasi sampah bisa bayar PBB, dalam Tarling Rancah itu Bupati juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak, menyusul masih adanya kasus kekerasan terhadap anak di daerahnya.
Bupati Herdiat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mencegah kejadian serupa.
Menyikapi kondisi cuaca yang tidak menentu, ia pun mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana. Kesiapsiagaan, menurutnya, harus menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.
Sebagai bagian dari rangkaian Tarling Rancah, pemerintah daerah juga menyalurkan sejumlah insentif kepada guru Diniyah Takmiliyah Awaliyah, guru TPA, imam masjid desa dan kecamatan, serta para ketua RT dan RW.
Bantuan Al-Quran turut diserahkan kepada masjid dan sarana keagamaan dari hibah Yayasan Bakri Amanah.
Melalui forum Tarling Rancah tersebut, pesan tentang pengelolaan sampah dan semangat bahwa sampah bisa bayar PBB kembali ditegaskan sebagai identitas baru Ciamis dalam membangun lingkungan yang bersih sekaligus berdaya secara ekonomi di Ramadan 1447 Hijriah.***