pendidikan

Wamendikdasmen Tinjau Sekolah di Tasikmalaya, Soroti Ribuan Ruang Kelas Rusak

Sabtu, 23 Mei 2026 | 04:57 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D, berinteraksi dengan siswa dan tenaga pendidik di SMP Negeri 2 Singaparna (Dok. DFK)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Atip Latipulhayat, meninjau langsung proses pembelajaran di Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (22/5/2026). Dalam kunjungan kerja tersebut, Wamendikdasmen didampingi Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi.

Kunjungan diawali di SMP Negeri 2 Singaparna untuk melihat langsung aktivitas belajar mengajar sekaligus mengevaluasi kondisi sarana pendidikan dasar dan menengah di daerah.

Dalam peninjauan tersebut, Prof Atip berinteraksi dengan siswa dan tenaga pendidik. Ia juga menyoroti kondisi infrastruktur pendidikan nasional yang masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah.

Baca Juga: Buka Kuota 384 Kursi, Sekolah MAUNG SMAN 1 Singaparna Targetkan Penjaringan Siswa Unggul

Menurutnya, amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa harus dimulai dari pemenuhan sarana pendidikan yang layak. Ia menyebut masih banyak sekolah di Indonesia yang selama puluhan tahun belum tersentuh perbaikan.

“Masih ada hampir 400 ribu satuan pendidikan yang membutuhkan perhatian. Sekitar 80 persen mengalami kerusakan dengan berbagai kategori, termasuk di Kabupaten Tasikmalaya,” kata Prof Atip.

Ia meminta Dinas Pendidikan memprioritaskan sekolah yang mengalami kerusakan berat agar segera masuk dalam daftar penanganan pemerintah. Meski di tengah keterbatasan anggaran nasional, pemerintah tetap melakukan realokasi anggaran untuk mendukung revitalisasi sekolah.

Baca Juga: SMAN I Singaparna Jadi Sekolah Maung, Kawah Candradimuka Pelajar Berprestasi

Prof Atip menjelaskan, pemerintah pusat menetapkan tiga prioritas utama revitalisasi sekolah pada tahun ini. Prioritas pertama yakni sekolah di daerah terdampak bencana, kedua sekolah dengan kondisi rusak berat, dan ketiga sekolah yang dilaporkan masyarakat maupun menjadi perhatian publik di media sosial.

“Laporan masyarakat menjadi perhatian pemerintah karena itu merupakan fakta di lapangan yang harus segera ditangani,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menegaskan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan layanan pendidikan, serta pembangunan sarana belajar yang memadai.

Baca Juga: Cetak Tenaga Kesehatan Berkualitas, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Wisuda 272 Lulusan

Menurut Cecep, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mempercepat pemerataan kualitas pendidikan hingga ke pelosok daerah.

Pemkab Tasikmalaya sebelumnya juga menerima bantuan revitalisasi ruang kelas dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 2025 lalu. Bantuan tersebut meliputi revitalisasi untuk 53 sekolah dasar, 25 sekolah menengah pertama, serta 8 TK dan PAUD di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Halaman:

Tags

Terkini