"Saat itu tidak tahu kapan baliknya, akhirnya balik ke rumah karena udah terlalu malam dan ada urusan lainnya juga. Insya Allah akan segera proses buat LP karena hari ini sedang tidak bisa kembali ke Polsek wilayah hukum TKP," sambungnya.
Perseteruan di jalur Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) pada Selasa (26/5/2026) ini disinyalir bermula dari masalah konsentrasi berkendara saat volume kendaraan padat.
Terduga pelaku yang mengemudikan mobil bernomor polisi B 1557 WIM tersulut emosinya lantaran gagal mendahului kendaraan korban dari sisi kiri jalan.
"Dia kemungkinan bermaksud untuk menyalip dari kiri, karena tidak bisa, si pengemudi emosi dan menyalip dari kanan," urai korban dalam video dokumentasi yang diunggahnya.
Senggolan fisik antar-kendaraan yang terjadi saat aksi salip paksa tersebut membuat spion mobil terduga pelaku patah.
Kondisi itu memicu kemarahan yang lebih besar, hingga oknum pengemudi taksi online tersebut nekat turun di tengah jalan tol dengan membawa alat perkakas besi dari dalam bagasinya.
"Mungkin karena kesal, pengemudi tersebut turun dan melakukan perusakan ke spion dan mobil saya menggunakan kunci roda yang dia ambil dari dalam mobilnya," kenang korban.
Situasi sempat mencekam lantaran terduga pelaku tidak hanya menghancurkan fasilitas kendaraan korban, melainkan juga melontarkan kata-kata intimidasi yang mengancam keselamatan jiwa sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi.
"Setelah melakukan perusakan tersebut, si pengemudi kabur," ungkap korban terpukul.
Hingga berita ini diturunkan, korban menambahkan bahwa pelaku juga sempat bertindak sangat agresif. "Pelaku sempat melontarkan ancaman dan menantang untuk bunuh-bunuhan," pungkasnya.***