Baca Juga: Wamendikdasmen Tinjau Sekolah di Tasikmalaya, Soroti Ribuan Ruang Kelas Rusak
Yadi menyebutkan, kegiatan tersebut dihadiri seluruh kepala SMP di Kabupaten Tasikmalaya. Untuk lomba poster sendiri diikuti sekitar 60 siswa dari total 311 SMP yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, serta melibatkan pengawas sekolah dan unsur pimpinan Disdikbud.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan penerapan tujuh kebiasaan positif tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan peran aktif orang tua dalam membimbing dan mengawasi anak di lingkungan keluarga.
Menurutnya, sejumlah sekolah di Kabupaten Tasikmalaya bahkan telah mulai mengintegrasikan program tersebut ke dalam kegiatan pembelajaran maupun aktivitas pendukung lainnya yang disesuaikan dengan karakteristik dan kearifan lokal masing-masing sekolah.
Baca Juga: Buka Kuota 384 Kursi, Sekolah MAUNG SMAN 1 Singaparna Targetkan Penjaringan Siswa Unggul
“Program ini berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari PAUD, SD, hingga SMP. Saat ini kami memulai dari tingkat SMP dan ke depan akan dilanjutkan ke jenjang lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Dede Martin, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan festival tersebut. Ia berharap program ini mampu mencetak generasi muda yang unggul, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Kami mendukung penuh karena tujuannya adalah menciptakan anak-anak hebat, kreatif, memiliki wawasan luas, cita-cita tinggi, serta menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas,” pungkasnya.***