KUPANG, Mediapriangan.com - Meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dokter Icha menjadi perhatian luas. Dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Perumahan RSS Baumata, Kupang, pada Jumat (26/6/2026).
Kepergian dokter Icha bukan hanya menyisakan duka bagi keluarga dan rekan sejawat. Peristiwa tersebut juga memunculkan sorotan terhadap dugaan intimidasi yang dialaminya saat menjalankan tugas sebagai tenaga medis beberapa pekan sebelum meninggal.
Informasi yang beredar menyebutkan, dokter Icha diduga mengalami tekanan psikologis setelah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pihak keluarga pasien yang disebut berkaitan dengan seorang anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Berawal dari Penanganan Pasien Gigitan Ular
Peristiwa itu bermula pada 13 Juni 2026 ketika dokter Icha bertugas di IGD RS Leona Kefamenanu. Saat itu rumah sakit menerima pasien rujukan dari RSUD Kefamenanu yang mengalami gigitan ular.
Menurut keterangan keluarga, dokter Icha telah melakukan pemeriksaan sesuai prosedur operasional standar (SOP), termasuk berkonsultasi dengan dokter spesialis sebelum menentukan langkah medis.
Dalam penanganan tersebut, dokter Icha belum memberikan serum antibisa karena secara medis belum terdapat indikasi untuk pemberiannya. Selain itu, rumah sakit juga disebut tidak memiliki stok serum antibisa yang diminta keluarga pasien.
Keluarga Sebut Ada Tekanan Psikologis
Paman almarhumah, Victor Manbait, mengungkapkan bahwa keponakannya diduga mendapat tekanan dari dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU.
Menurut Victor, salah seorang di antaranya sempat menunjuk dan melontarkan protes keras kepada dokter Icha karena tidak menerima penjelasan medis yang diberikan.
Sejak kejadian itu, kondisi psikologis dokter Icha disebut berubah. Ia dikabarkan mengalami ketakutan, tekanan mental, hingga kesehatannya menurun dan harus menjalani perawatan.
"Dokter Icha masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterima saat bertugas," ujar Victor.