YOGYAKARTA, Mediapriangan.com - Sebanyak 1.600 ayam petelur afkir dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Aksi tersebut bukan sekadar pembagian hewan secara gratis, melainkan bentuk protes peternak DIY terhadap kondisi usaha yang dinilai semakin tertekan.
Pembagian ayam tersebut dilakukan rombongan peternak dari sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka datang dari Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulon Progo dengan membawa ayam menggunakan sejumlah mobil pikap.
Aksi peternak DIY itu berlangsung setelah mereka menyampaikan persoalan usaha dalam audiensi di Kantor DPRD DIY. Dalam kegiatan tersebut, harga telur anjlok menjadi salah satu persoalan utama yang disoroti peternak.
Baca Juga: Viral SPBU Cipatujah, Hiswana Migas Priangan Timur Ungkap Soal Jerigen dan Pelayanan Konsumen
Selain harga telur anjlok, peternak DIY juga mengeluhkan biaya produksi yang masih tinggi. Harga pakan ayam disebut mengalami kenaikan, sementara harga jual telur dan ayam afkir justru berada pada level yang membuat peternak kesulitan memperoleh keuntungan.
Koordinator Peternak Ayam Petelur DIY, Andry Patra, mengatakan pembagian ayam tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk sedekah kepada masyarakat sekaligus simbol kondisi yang sedang dihadapi peternak.
"Kita sebagai bentuk apa ya, kita mau sedekah ke masyarakat. Karena harga ayam tidak laku," keluh sang peternak.
Menurut Andry, pengeluaran ayam dari kandang juga dimaksudkan untuk membantu mengurangi populasi ayam petelur yang dinilai sudah terlalu tinggi.
"Ini Rp13.000 itu ibaratnya kita buang ayam, supaya populasi lebih turun lebih cepat," bebernya.
Ia menilai jumlah ayam yang dibagikan sebenarnya tidak sebanding dengan persoalan yang tengah dihadapi peternak. Namun, aksi tersebut diharapkan dapat membuka perhatian publik terhadap kondisi peternakan ayam petelur di DIY.
"Siapa pun boleh ambil. Ini cuma bentuk simbolis saja, 1.600 tidak ada artinya sebenarnya," ujarnya
Baca Juga: Seskab Teddy Masuk Tiga Besar Pejabat Paling Positif, Popularitasnya Juga Tinggi Versi IPO
Artikel Terkait
Pertama di Priangan Timur, RSUD dr Soekardjo Buka Layanan CAPD untuk Pasien Gagal Ginjal
Bukan Latihan di Lapangan, Megawati Hangestri Jalani Trekking di Jeju Bersama Hyundai Hillstate
Megawati Hangestri Ungkap Pembeda di Hyundai Hillstate, Kehadiran Suami Bikin Lebih Stabil di Liga Voli Korea
Bukan Sekadar Investasi, Pemkab Tasikmalaya Dorong UMKM Naik Kelas dan Warga Punya Pekerjaan
7 Pemenang MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 Terpilih, Siap Bawa Karya ke Panggung Asia Tenggara
Viral Pria Rusak Palang Pintu KA di Sleman, KAI Lapor Polisi dan Terduga Pelaku Diamankan