Harga Telur Anjlok, 1.600 Ayam Afkir Dibagi Gratis di Malioboro Jadi Sinyal Krisis Peternak DIY

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:07 WIB
Harga telur anjlok, peternak DIY membagikan 1.600 ayam afkir gratis di Malioboro. Aksi ini menjadi simbol kerugian akibat pakan mahal. (Instagram/dprd_diy)
Harga telur anjlok, peternak DIY membagikan 1.600 ayam afkir gratis di Malioboro. Aksi ini menjadi simbol kerugian akibat pakan mahal. (Instagram/dprd_diy)

 

YOGYAKARTA, Mediapriangan.com - Sebanyak 1.600 ayam petelur afkir dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Aksi tersebut bukan sekadar pembagian hewan secara gratis, melainkan bentuk protes peternak DIY terhadap kondisi usaha yang dinilai semakin tertekan.

Pembagian ayam tersebut dilakukan rombongan peternak dari sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka datang dari Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulon Progo dengan membawa ayam menggunakan sejumlah mobil pikap.

Aksi peternak DIY itu berlangsung setelah mereka menyampaikan persoalan usaha dalam audiensi di Kantor DPRD DIY. Dalam kegiatan tersebut, harga telur anjlok menjadi salah satu persoalan utama yang disoroti peternak.

Baca Juga: Viral SPBU Cipatujah, Hiswana Migas Priangan Timur Ungkap Soal Jerigen dan Pelayanan Konsumen

Selain harga telur anjlok, peternak DIY juga mengeluhkan biaya produksi yang masih tinggi. Harga pakan ayam disebut mengalami kenaikan, sementara harga jual telur dan ayam afkir justru berada pada level yang membuat peternak kesulitan memperoleh keuntungan.

Koordinator Peternak Ayam Petelur DIY, Andry Patra, mengatakan pembagian ayam tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk sedekah kepada masyarakat sekaligus simbol kondisi yang sedang dihadapi peternak.

"Kita sebagai bentuk apa ya, kita mau sedekah ke masyarakat. Karena harga ayam tidak laku," keluh sang peternak.

Baca Juga: Kreasi Cokelat Hits di Media Sosial, dari Cokelat Dubai hingga Cokelat Rambut Nenek yang Bikin Penasaran

Menurut Andry, pengeluaran ayam dari kandang juga dimaksudkan untuk membantu mengurangi populasi ayam petelur yang dinilai sudah terlalu tinggi.

"Ini Rp13.000 itu ibaratnya kita buang ayam, supaya populasi lebih turun lebih cepat," bebernya.

Ia menilai jumlah ayam yang dibagikan sebenarnya tidak sebanding dengan persoalan yang tengah dihadapi peternak. Namun, aksi tersebut diharapkan dapat membuka perhatian publik terhadap kondisi peternakan ayam petelur di DIY.

"Siapa pun boleh ambil. Ini cuma bentuk simbolis saja, 1.600 tidak ada artinya sebenarnya," ujarnya

Baca Juga: Seskab Teddy Masuk Tiga Besar Pejabat Paling Positif, Popularitasnya Juga Tinggi Versi IPO

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X