daerah

Viral Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Oknum Dosen Farmasi UMY, Kampus Nonaktifkan dan Lakukan Investigasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:29 WIB
Ilustrasi - Kasus dugaan pelecehan mahasiswi oleh oknum dosen Farmasi UMY viral. Kampus menonaktifkan sementara dosen dan melakukan investigasi. (Instagram/umyyogya)

 

YOGYA, Mediapriangan.com - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengambil langkah cepat menyusul viralnya dugaan pelecehan mahasiswi yang diduga dilakukan oleh oknum dosen Farmasi UMY melalui pesan singkat.

Selain menonaktifkan sementara dosen yang bersangkutan, kampus juga membentuk proses penelusuran menyeluruh untuk mengungkap fakta di balik kasus tersebut.

Kasus ini mencuat setelah beredar tangkapan layar percakapan yang diduga memperlihatkan pesan-pesan bernada tidak pantas kepada mahasiswi. Unggahan tersebut kemudian ramai dibahas di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari publik.

Baca Juga: Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus Usai Kasus Febrie Adriansyah, Pernah Tangani BLBI dan Kasus Besar KPK

Menanggapi hal tersebut, UMY menyatakan komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada korban maupun pihak yang memberikan informasi terkait perkara tersebut.

Rektor UMY, Achmad Nurmandi, menegaskan kampus memberikan perhatian serius terhadap kasus yang sedang berkembang.

“UMY menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta memberikan dukungan, perlindungan, dan pendampingan psikologis kepada para korban maupun pihak-pihak yang telah menyampaikan informasi,” ujar Rektor UMY, Achmad Nurmandi dalam keterangannya kepada media pada Minggu, 12 Juli 2026.

Baca Juga: Siapa Yoo So yeon? Sosok yang Selalu Dampingi Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate

Selain pendampingan psikologis, pihak universitas memastikan identitas korban dan informan akan dirahasiakan serta seluruh proses penanganan dilakukan tanpa intimidasi.

Investigasi UMY Libatkan Satgas PPKPT

Untuk mengusut dugaan pelecehan mahasiswi, investigasi UMY dilakukan dengan melibatkan Satgas PPKPT UMY atau Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi.

Menurut Achmad Nurmandi, proses tersebut bertujuan memperoleh informasi yang lengkap dan berbasis fakta.

Baca Juga: Jawa Barat Luncurkan SWJ MFT Award 2026, Perkuat Wisata Ramah Muslim Berbasis Data dan Standar Nasional

Halaman:

Tags

Terkini