TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Kemarau yang berlangsung di Kota Tasikmalaya mulai berdampak terhadap ketersediaan air bagi sebagian warga. Sejumlah sumber air yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat dilaporkan mengering, sehingga kebutuhan air bersih harus dipenuhi melalui pasokan dari pemerintah dan sejumlah pihak lainnya.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Kota Tasikmalaya meningkatkan distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan. Rata-rata sebanyak 45 ribu liter air bersih disalurkan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan warga di sejumlah titik terdampak.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tasikmalaya Dudu mengatakan, distribusi air bersih telah dilakukan sejak pertengahan Juli 2026. Penyaluran menyasar 23 titik yang tersebar di sembilan kelurahan pada sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan air.
Baca Juga: Debit Air Situ Gede Surut Drastis, 250 Hektare Lahan Pertanian di Kota Tasik Terancam Kekeringan
"Sejak pertengahan Bulan Juli kemarin, sudah kita distribusikan air bersih untuk masyarakat yang daerahnya kekeringan, khusunya di 23 titik, sembilan kelurahan yang ada di lima Kecamatan yaitu Kecamatan Mangkubumi, Cipedeus, Tamansari, Purbaratu dan Kecamatan Kawalu, " Ujar Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tasikmalaya Dudu, pada Rabu (22/7/2026)
BPBD Kota Tasikmalaya terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih warga dapat segera ditangani ketika sumber air di lingkungan mereka mulai berkurang atau mengering.
Dalam pelaksanaannya, air bersih dikirim menggunakan truk tangki dengan kapasitas sekitar 5 ribu liter dalam setiap pengiriman. Pasokan tersebut kemudian disalurkan ke lokasi yang masyarakatnya membutuhkan air akibat dampak kemarau.
Baca Juga: Debit Air Situ Gede Surut Drastis, 250 Hektare Lahan Pertanian di Kota Tasik Terancam Kekeringan
"Setiap kali pengiriman 5 ribu liter air, kita terus kirimkan ke masyarakat yang membutuhkan air. Kalau dirata-ratakan air bersih yang didistribusikan ke lokasi terdampak mencapai 45.000 liter air, " katanya.
Sejumlah wilayah yang telah dilaporkan mengalami kesulitan air bersih antara lain Kelurahan Singkup di Kecamatan Purbaratu, Kelurahan Leuwiliang di Kecamatan Kawalu, Kelurahan Setiawargi di Kecamatan Tamansari, serta Kelurahan Sukamaju di Kecamatan Indihiang.
Kondisi kekeringan di beberapa kawasan tersebut cukup terasa. Selain sumber air warga yang mulai mengering, sejumlah anak sungai di wilayah terdampak juga dilaporkan tidak lagi memiliki aliran air.