Warga Sempat Hendak Menghentikan Yosua
Perekam video juga membantah anggapan bahwa warga sama sekali tidak berusaha menghentikan Yosua. Menurutnya, beberapa orang sempat mengajak warga lain untuk turun dan bersama-sama menghadapi pria bugil tersebut.
Upaya itu, kata dia, terhambat karena Yosua disebut membawa senjata dan mengancam orang yang mendekat.
“Apakah tidak berusaha diamuk massa? Berusaha temen-temen, jadi pas ada orang maju, dia ngancem bunuh sambil bawa senjata. Ada di video gue bilang, ‘Ayo turun, turun,’” terangnya.
Kondisi di lokasi kemudian berubah setelah Yosua kelelahan. Saat itulah massa disebut mulai bergerak dan berhasil mengikatnya sebelum polisi tiba.
“Pas dia capek, baru diamuk massa, langsung diiket dan baru polisi datang,” imbuhnya.
Baca Juga: Tertimbun 4 Hari akibat Gempa NTT, Nenek 84 Tahun Paulina Pobi Ditemukan Selamat dalam Reruntuhan
Perekam Video: Situasi di Lapangan Tak Semudah Rekaman
Perekam video mengakui bahwa dari tayangan yang beredar, tindakan menghentikan Yosua mungkin terlihat mudah. Namun, menurut dia, situasi sebenarnya jauh lebih berisiko karena warga tidak mengetahui secara pasti senjata yang dibawa pria bugil tersebut.
“Jadi, enggak semudah yang dilihat temen-temen, kejadiannya memang bikin greget, tapi pas dicari senjata, kita enggak ada,” tuturnya.
Penjelasan itu sekaligus menjadi alasan mengapa perekam video dan sejumlah pengendara memilih menjaga jarak ketika Yosua masih melakukan aksi kekerasan di Lenteng Agung.
“Jadi, kalau dibilang semudah itu, enggak semudah itu,” tukasnya.***