AYD yang menjadi korban 14 tahun sempat mendapat pertolongan medis di RS Kambang. Namun, kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
"Antara pelaku dan korban melakukan perkelahian yang mana korban kalah dan mengalami penurunan kesadaran kemudian dibawa ke RS untuk menerima perawatan namun korban dinyatakan MD (meninggal dunia)," ujar Husni.
Informasi mengenai meninggalnya korban 14 tahun sebelumnya juga beredar melalui media sosial. Dalam unggahan Instagram @jambisharing pada Minggu, 23 Agustus 2026, disebutkan korban sempat dibawa ke RS Kambang setelah mengalami kondisi darurat.
"Situasi berubah hingga korban terlibat perkelahian dengan pelaku," tulis postingan Instagram @jambisharing, pada Minggu, 23 Agustus 2026.
"Setelah itu, korban dilaporkan mengalami kondisi darurat dan segera dibawa ke RS Kambang untuk mendapatkan pertolongan medis," tambahnya.
Kabar duka tersebut semakin menjadi perhatian setelah pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia.
"Berdasarkan keterangan dokter jaga, korban dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit," ungkap postingan serupa.
Baca Juga: Seniman Ketoprak Sarjiyono Wafat Saat Pentas di Bantul, Sempat Berlakon Sebelum Tiba-tiba Ambruk
Autopsi Korban Masih Berlangsung
Setelah korban 14 tahun meninggal dunia, jenazah AYD kemudian menjalani proses autopsi di RS Bhayangkara Polda Jambi. Pemeriksaan dilakukan dokter forensik untuk mengetahui kondisi tubuh korban dan membantu penyelidikan polisi.
Husni menyebut hasil sementara pemeriksaan menemukan adanya kerusakan organ dalam yang diduga berkaitan dengan kekerasan saat duel siswa SMP.
"Hasil pemeriksaan autopsi sementara ada kerusakan organ dalam akibat kekerasan/perkelahian tersebut," jelas Husni.
Temuan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap secara lebih lengkap rangkaian perkelahian antarsiswa yang menewaskan korban.
Baca Juga: Kronologi Kebakaran Kampung Adat Sade Lombok, 129 Rumah Hangus dan 320 Warga Terdampak
Polisi Amankan Pelaku Anak