Baca Juga: Seniman Ketoprak Sarjiyono Wafat Saat Pentas di Bantul, Sempat Berlakon Sebelum Tiba-tiba Ambruk
Warga tersebut disebut sempat menjelaskan bahwa api yang dibuatnya berukuran kecil dan dirinya berada di sekitar lokasi untuk mengawasi pembakaran.
Namun, petugas tetap meminta aktivitas tersebut dihentikan karena kondisi angin dapat memperbesar risiko penyebaran api.
“Bukan maksudnya mau mati (apinya), tapi anginnya ini kenceng. Material apinya nanti bisa terbang, bisa kena daun kering atau rumah,” terang petugas.
Baca Juga: Viral Siswa SMA di Bener Meriah Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Polisi Mulai Usut Kasusnya
Bermula dari Laporan Warga
Kedatangan petugas Damkar Balikpapan ke lokasi bermula dari laporan warga yang melihat adanya pembakaran ban di area semak-semak.
Laporan tersebut membuat petugas segera mendatangi lokasi untuk memastikan api tidak menjalar ke lingkungan sekitar.
Dalam situasi seperti itu, petugas mengimbau masyarakat untuk saling mengingatkan apabila menemukan aktivitas pembakaran sampah yang berpotensi membahayakan.
Baca Juga: Kronologi Kebakaran Kampung Adat Sade Lombok, 129 Rumah Hangus dan 320 Warga Terdampak
“Buat semua warga jika ada melihat tetangga atau orang di sekitarnya yang bakar-bakar sampah, silakan ditegur. Jika membantah silakan lapor RT setempat, jika tidak digubris silakan lapor Babinsa setempat,” tulisnya di kolom komentar.
Petugas juga meminta masyarakat melapor kepada pihak terkait apabila teguran dari lingkungan sekitar tidak diindahkan.
“Jika tidak digubris juga baru laporan ke Damkar atau silakan DM saya. Semua demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” lanjutnya.
Aturan Membakar Sampah Sembarangan