Setelah menjalankan tugas tersebut, kondisi kesehatan Akhmad dilaporkan mengalami penurunan hingga akhirnya mendapat perawatan di rumah sakit.
Ketua Emergency Respons Palangka Raya, Jean Steve, mengatakan kelelahan diduga berkaitan dengan kondisi Akhmad. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab tunggal kematiannya.
"(Almarhum) meninggal beliau kabarnya karena kelelahan. Tapi kita belum tahu apakah memang ada penyakit bawaan lainnya," ungkap Jean dalam keterangannya, pada Kamis, 3 September 2026.
Baca Juga: Karhutla Lintang Batang Makin Dekat ke SPBU, Warga Buka Posko Makan Gratis untuk Pemadam Kebakaran
Kabar wafatnya dua relawan tersebut kemudian mendapat perhatian publik. Unggahan mengenai meninggalnya Itam Madin dan Akhmad Rijani beredar di media sosial pada Jumat, 4 September 2026.
Dalam unggahan tersebut, kedua relawan disebut meninggal setelah berjuang membantu penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
"Selamat jalan, para pejuang. Dedikasi kalian akan selalu dikenang," tulis postingan tersebut.***