Tragedi Karhutla Kalteng, 2 Relawan Damkar Gugur Usai Berjibaku Padamkan Api, Kelelahan Diduga Jadi Pemicu

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 4 September 2026 | 15:15 WIB
Dua relawan damkar Kalteng, Itam Madin dan Akhmad Rijani, meninggal setelah bertugas menangani karhutla. Kelelahan diduga menjadi faktor.     (Instagram.com/@storyrakyat_)
Dua relawan damkar Kalteng, Itam Madin dan Akhmad Rijani, meninggal setelah bertugas menangani karhutla. Kelelahan diduga menjadi faktor. (Instagram.com/@storyrakyat_)

KALTENG, Mediapriangan.com - Penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Tengah menyisakan duka. Dua relawan pemadam kebakaran, Ahmadin alias Itam Madin dan Akhmad Rijani, meninggal dunia setelah menjalankan tugas di lapangan.

Keduanya diketahui terlibat dalam upaya pemadaman karhutla di wilayah masing-masing. Kondisi kesehatan keduanya kemudian menurun hingga harus mendapatkan perawatan medis.

Itam Madin, 56, merupakan relawan Damkar Huma Singgah Itah di Kelurahan Mendawai, Kalimantan Tengah. Ia juga tercatat sebagai anggota Masyarakat Peduli Api atau MPA di bawah naungan BPBD Kotawaringin Barat.

Baca Juga: Dikritik soal Karhutla, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Terjun ke Lokasi Kebakaran Hutan Hingga Terpeleset

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat, Samuel, menjelaskan Itam tidak meninggal saat berada di lokasi pemadaman karhutla.

Menurut Samuel, kondisi Itam menurun setelah menjalankan aktivitas pemadaman. Ia sempat dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan sebelum akhirnya meninggal dunia beberapa hari kemudian.

"Beliau mengeluh sakit dan sempat diopname di rumah sakit untuk berobat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia beberapa hari kemudian," ujar Samuel dalam keterangannya, pada Jumat, 4 September 2026.

Baca Juga: Sherina Munaf Turut Terjun Padamkan Karhutla Kalteng, Cerita Asap Tebal sampai Masuk Pesawat

Samuel mengatakan Itam sebelumnya mengalami keluhan sesak napas. Faktor usia dan kelelahan setelah menjalankan tugas pemadaman juga disebut menjadi dugaan yang perlu diperhatikan.

"Memang beliau kondisi kesehatannya ada gejala sesak napas dan usianya sudah tua. Diperkirakan ada faktor kecapekan atau lelah usai pemadaman," terangnya.

Akhmad Rijani Meninggal Setelah Kondisi Menurun

Duka serupa sebelumnya datang dari Palangka Raya. Akhmad Rijani, 54, yang menjabat Ketua Tim Serbu Api Kelurahan atau TSAK Palangka Raya, meninggal dunia pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Sebelum meninggal, Akhmad sempat bertugas dalam penanganan karhutla di Jalan Rungan Ujung, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Baca Juga: Pelepasan Damkar Kalteng Disorot di Tengah Karhutla, Seremoni Gubernur Agustiar Picu Kritik Publik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X