REMBANG, Mediapriangan.com - Aktivitas belajar di SMAN 1 Lasem, Rembang, Jawa Tengah, mendadak terganggu setelah ratusan siswa dan sejumlah guru mengalami diare secara bersamaan pada Kamis, 3 September 2026.
Sebanyak 725 siswa dan 25 guru dilaporkan mengalami keluhan tersebut. Kondisi itu membuat pihak sekolah mengambil langkah darurat dengan memulangkan para siswa dari sekolah.
Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima sehari sebelumnya, Rabu, 2 September 2026.
Baca Juga: 136 Siswa SMP di Makale Tana Toraja Diduga Keracunan MBG, Dirawat di 3 Rumah Sakit
Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengatakan gejala mulai terlihat sekitar pukul 09.00 WIB. Pihak sekolah kemudian melakukan pendataan terhadap siswa yang mengalami diare di setiap kelas.
"Akhirnya saya menyuruh agar tiap kelas didata yang mengalami diare itu. Setelah didata ada 20-31 orang dalam satu kelas," ungkap Juhartutik dalam keterangannya, pada Kamis, 3 September 2026.
Pendataan tersebut menunjukkan jumlah siswa terdampak mencapai ratusan orang. Dari total 33 kelas, sebanyak 725 siswa dilaporkan mengalami diare.
"Sampai 33 kelas itu total 725 anak yang diare dan guru ada 25 orang. Kalau total jumlah murid itu ada 1.174, guru 95 orang," sambungnya.
Situasi kemudian semakin sulit karena fasilitas toilet sekolah tidak mampu mengakomodasi banyaknya siswa yang mengalami diare dalam waktu bersamaan.
Pihak sekolah selanjutnya menghubungi Puskesmas Lasem untuk mendapatkan penanganan darurat. Koordinasi juga dilakukan dengan Cabang Dinas Pendidikan sebelum para siswa dipulangkan.
"Setelah itu saya kemudian laporan ke Puskesmas Lasem untuk penanganan darurat dan konsultasi ke Cabdin (Cabang Dinas), akhirnya murid kami pulangkan," jelas Juhartutik.
Baca Juga: 293 Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, Dirawat di 8 Rumah Sakit hingga SPPG Akan Diperiksa
Dugaan Gangguan Kesehatan Dikaitkan dengan Menu MBG