Perhatian kemudian mengarah pada menu Makan Bergizi Gratis atau MBG yang dikonsumsi para siswa pada Rabu, 2 September 2026.
Pada hari tersebut, paket MBG yang diterima siswa berisi ayam bakar, nasi putih, mendoan, dan buah semangka.
Juhartutik mengatakan pihak sekolah sebelumnya melakukan pengecekan terhadap makanan yang diterima. Dalam proses tersebut, terdapat ayam yang dinilai memiliki kondisi berbeda.
"Sepertinya (gegara) MBG kemarin. Jadi gini ada tim yang mencicipi kan, ada satu itu menemukan yang berlendir, ada satu itu baik," terang Juhartutik.
Baca Juga: Keracunan MBG di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo, Ratusan Santri Dirawat dan Bantahan Soal Korban Jiwa
"Dan yang berlendir ini sudah disisihkan. Itu kan menunya ayam bakar," imbuhnya.***
Sekolah kemudian berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Soditan Lasem untuk meminta penjelasan mengenai proses penyediaan makanan.
Menurut Juhartutik, pihak SPPG menyampaikan makanan tersebut dimasak sejak dini hari sebelum dikonsumsi para siswa.
"Saya klarifikasi ke SPPG itu masaknya jam 3 pagi dini hari, sementara anak-anak itu konsumsinya jam 12 (siang)," tandas Juhartutik.
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG Berastagi, BGN Siapkan Sanksi Berat hingga Pemecatan Kepala SPPG Berstatus ASN
SPPG Soditan Lasem Sampaikan Permintaan Maaf
Di tengah penanganan kasus tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan Lasem, Achmad Sholeh Syarifudin, menyampaikan permintaan maaf kepada pihak sekolah, siswa, dan orang tua.
"Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, orang tua, dan para siswa," kata Achmad dalam keterangannya, pada Kamis, 3 September 2026.
Achmad menyatakan penanganan medis terhadap warga sekolah yang terdampak menjadi perhatian utama pihak SPPG. Ia juga memastikan korban tidak dibebani biaya pengobatan.
Baca Juga: Keracunan MBG di Berastagi, 269 Siswa Berastagi, Korban Terbanyak dari SMAN 1 Berastagi
Artikel Terkait
Kasus Keracunan MBG Marak, Kemenkes Terapkan Sistem Laporan Seperti COVID-19 dan Awasi Program dari Eksternal
Menkes Budi Tegaskan Data Keracunan MBG Hanya Dipublikasi Lewat BGN, Pengawasan Akan Diperketat Seperti Saat COVID-19
Polemik MBG Meningkat, Tata Kelola MBG Dipertanyakan Usai Lonjakan Keracunan MBG di Daerah
Kasus Keracunan MBG di Cimahi Diselidiki, Sampel Nasi Onigiri hingga Susu UHT Diuji di Labkes Jabar
Insiden Keracunan MBG di Anambas, 155 Warga Dilarikan ke RS, Operasional SPPG Air Asuk Dihentikan Sementara
Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, 707 Orang Alami Gejala: Distribusi Makanan Dihentikan Sementara