daerah

Dentuman Misterius Bandung Raya Bikin Geger, Diduga Berkaitan dengan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Sabtu, 5 September 2026 | 14:56 WIB
Dentuman misterius terdengar di Bandung Raya pada Sabtu, 5 September 2026 dini hari. Badan Geologi menduga fenomena berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang berstatus Siaga. (Instagram.com/@infojawabarat)

Badan Geologi mencatat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau terjadi sejak Jumat, 4 September 2026 malam hingga Sabtu, 5 September 2026 dini hari.

Aktivitas tersebut menjadi perhatian karena erupsi berlangsung dalam periode yang cukup intens dan disertai suara gemuruh.

Gunung Anak Krakatau Erupsi Terus-Menerus

Pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau dilakukan dari dua pos pengamatan, yakni Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Kalianda, Lampung Selatan, dan Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten.

Menurut Lana, aktivitas vulkanik ketika itu berlangsung secara menerus dan disertai suara gemuruh selama beberapa jam.

Baca Juga: Kebakaran Batu Ceper Jakarta Pusat Hanguskan 114 Rumah, 310 KK Terdampak dan Penyebab Masih Diselidiki

"Pada tanggal 5 September 2026 pukul 23.07 WIB, Gunungapi Anak Krakatau mengalami erupsi menerus yang disertai dengan suara gemuruh," ungkapnya.

"Tinggi kolom erupsi tidak teramati, akan tetapi warna merah menyala semburan erupsi terlihat jelas secara menerus," papar Lana.

Kondisi tersebut memperkuat perhatian terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau yang hingga kini masih berada dalam periode peningkatan aktivitas vulkanik.

Meski demikian, Badan Geologi menyatakan pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau setelah peristiwa erupsi 2018 masih relatif kecil.

Kondisi itu dinilai belum menunjukkan potensi terjadinya keruntuhan besar pada tubuh gunung yang dapat memicu tsunami.

Baca Juga: Kebakaran Legian Bali Bakar Gudang Rongsokan di Jalan Sunset Road, Damkar Badung Kerahkan 10 Unit

Jejak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif tipe A yang berada di kawasan perairan Selat Sunda. Secara administratif, wilayah gunung tersebut berada di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Riwayat Gunung Anak Krakatau tidak terlepas dari aktivitas vulkanik besar di kawasan Selat Sunda. Erupsi Krakatau pada 1883 menjadi salah satu letusan gunung api terbesar yang pernah tercatat dan turut memicu tsunami.

Halaman:

Tags

Terkini