Baca Juga: Bayar Pajak Kendaraan Tanpa Turun dari Mobil, Ini 15 Lokasi Samsat Drive Thru di Jawa Barat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Tanggamus menyatakan masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah yang terdampak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid, meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di luar sumber resmi.
"Masyarakat kami imbau tetap waspada dan mempercayai informasi yang berasal dari sumber resmi, yaitu BPBD Kabupaten Tanggamus, BMKG dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus,” kata Hendarman dalam keterangannya pada hari yang sama.
Baca Juga: 4 Kuliner Ciledug Tangerang yang Lagi Hits, Ada Ayam Goreng Bawang Putih hingga Liwet Bakar
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Seiring meluasnya paparan abu, masyarakat di wilayah terdampak diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada anak-anak. Warga yang tetap harus keluar rumah disarankan mengenakan masker sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik.
"Batasi aktivitas kita di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, dan dapat menggunakan masker apabila beraktivitas di luar ruangan," jelas Hendarman.
Hendarman juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi kesehatan selama hujan abu berlangsung.
"Dimohon kepada masyarakat tetap waspada, jaga kesehatan untuk melindungi diri kita masing-masing," sambungnya.
Baca Juga: Amukan Pria Bawa Celurit di Sudirman Jaksel Bikin Geger: Polisi Pastikan Bukan Begal
Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga
Hujan abu tersebut terjadi di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau yang dilaporkan mengalami erupsi secara menerus sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau kemudian turut memicu kekhawatiran warga setelah abu vulkanik dilaporkan menjangkau sejumlah wilayah di Lampung.