daerah

Kapal Pemancing Penuh Pasir Hitam Usai Dekat Gunung Anak Krakatau, Erupsi Terekam Saat Malam

Minggu, 6 September 2026 | 18:54 WIB
Pemancing membagikan kesaksian saat Gunung Anak Krakatau erupsi. Kapalnya dipenuhi pasir hitam setelah sempat berlindung di sekitar Krakatau. (Instagram/destinasiocy)

 

BANTEN, Mediapriangan.com - Material berupa pasir kasar memenuhi kapal milik seorang pemancing setelah rombongannya berada di sekitar Gunung Anak Krakatau ketika aktivitas erupsi terjadi pada Minggu malam, 5 September 2026.

Pasir tersebut menjadi salah satu jejak yang terlihat setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi. Dalam rekaman yang dibagikan pemancing sekaligus konten kreator Ocy melalui akun Instagram @destinasiocy, terlihat lontaran lava pijar dari kawasan Gunung Anak Krakatau.

Ocy menceritakan, rombongannya tidak memiliki tujuan untuk mendekati Gunung Anak Krakatau. Mereka justru mengubah arah pelayaran karena kondisi cuaca di lokasi memancing sebelumnya memburuk.

Baca Juga: Bandara Soetta Tutup hingga 13.30 WIB, Penumpang Menumpuk akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

“Sebelum kejadian, posisi kami sebenarnya di spot Sea Mount Reef (SMR) untuk memancing. Namun, karena cuaca di SMR tiba-tiba memburuk, kami memutuskan memutar arah mencari perlindungan ke arah kepulauan yang ada di sekitar Krakatau,” ujar Ocy dalam video yang diunggah di Instagram @destinasiocy, dikutip pada Minggu, 6 September 2026.

Rombongan kemudian tiba di sekitar kawasan kepulauan Gunung Anak Krakatau pada malam hari. Saat itu, mereka belum mengetahui bahwa gunung tersebut sedang mengalami erupsi.

“Pukul 23.30 WIB, kami sampai di sekitar Gunung Anak Krakatau dan sama sekali tidak tahu kalau sedang mengalami erupsi,” imbuhnya.

Menurut Ocy, kondisi Gunung Anak Krakatau ketika mereka meninggalkan SMR pada sore hari masih belum menunjukkan aktivitas erupsi. Situasi tersebut juga masih sama ketika dirinya berada di kawasan tersebut hingga siang hari.

Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi di Jawa Barat, Warga Diminta Waspadai Gangguan Pernapasan

“Di perjalanan dari SMR jam 18.00 WIB, Gunung Anak Krakatau belum erupsi sampai di dekatnya itu setengah 12 malam, baru erupsi. Paginya, aku dari Gunung Anak Krakatau juga dari jam 06.00 WIB sampai jam 14.00 WIB, belum erupsi,” jelasnya.

Situasi berubah setelah rombongan memperoleh informasi dari pihak Syahbandar. Mereka diminta segera meninggalkan kawasan tersebut dan kembali menuju dermaga.

“Situasi di sana sangat mengejutkan dan dan di saat bersamaan, pihak Syahbandar langsung menghubungi kami agar kami segera kembali ke dermaga,” lanjutnya.

Mendapat pemberitahuan tersebut, kapal kemudian diarahkan menjauh dari kawasan Gunung Anak Krakatau. Rombongan akhirnya berhasil kembali ke daratan dalam keadaan selamat.

Halaman:

Tags

Terkini