daerah

Demo Siswa SMAN 1 Pamanukan Meledak, Kepala KCD Wilayah IV Ungkap Nasib Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi

Selasa, 8 September 2026 | 15:54 WIB
Kasus dugaan pelecehan di SMAN 1 Pamanukan memasuki babak baru. Oknum guru dinonaktifkan dan dilarang mengajar, korban mendapat pendampingan. (Instagram/sman1pamanukan)

Isi percakapan yang beredar antara lain memuat permintaan maaf dari pihak yang diduga sebagai oknum guru kepada korban.

“Maafkan ayah ya sayang. Kalau ayah salah atau enggak suka, (nama korban) lebih baik bilang atau tegur ayah,” tulis pesan tersebut.

“Ayah lebih senang seperti itu, tidak usah ngomong sama orang lain, kita coba selesaikan bersama,” imbuhnya.

Adapun kronologi yang ikut tersebar menyebut dugaan pelecehan bermula ketika korban dipanggil untuk bertemu di ruang guru.

Korban disebut sempat menunggu hingga mengantuk dan tertidur dalam posisi duduk sambil menelungkup di atas meja. Dalam keterangan yang beredar, korban mengaku kemudian merasakan adanya sentuhan pada tubuhnya hingga bagian sensitif.

Korban disebut sempat tidak mampu bergerak sebelum akhirnya berhasil meninggalkan ruangan tersebut.

Baca Juga: Tagana dan Donatur Salurkan 18.000 Liter Air Bersih ke Warga Desa Cibalanarik Kabupaten Tasikmalaya

Penanganan Berlanjut di Polres Subang

Ketegangan yang terjadi di lingkungan SMAN 1 Pamanukan saat aksi siswa berlangsung membuat polisi turun tangan. Setelah situasi ditangani, perkara dugaan pelecehan kemudian dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Subang.

Penanganan selanjutnya berada pada aparat kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut terhadap dugaan pelecehan tersebut.

Sementara itu, Disdik Jabar telah mengambil tindakan administratif terhadap oknum guru dengan menonaktifkannya dari jabatan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan tugas mengajar di SMAN 1 Pamanukan.

Proses hukuman disiplin terhadap oknum guru tersebut masih berlangsung, bersamaan dengan penanganan perkara dugaan pelecehan oleh kepolisian.***

Halaman:

Tags

Terkini