Adegan perempuan muda yang mengipasi sejumlah wanita dalam video viral sebelumnya memunculkan anggapan bahwa tradisi tersebut memperlihatkan pola pelayanan yang bersifat feodal.
Namun, Arianto meminta masyarakat tidak serta-merta memberikan penafsiran tersebut. Menurut dia, makna Bakipas Pangeran dalam perkembangan tradisi tidak lagi terbatas pada penghormatan terhadap kalangan bangsawan.
"Ketika tradisi itu berkembang ke dalam kegiatan Maulid Nabi, orientasinya juga berubah, mereka yang dihormati bukan lagi semata-mata status bangsawan," beber Arianto.
Dalam konteks pelaksanaan Maulid Nabi, penghormatan dalam Batalam Bakipas Pangeran disebut telah mengalami pergeseran. Tradisi tersebut berbaur dengan nilai-nilai Islam dan kehidupan sosial masyarakat setempat.
"Tetapi sebagai para ulama, guru agama, tokoh masyarakat, tamu, dan seluruh warga dalam suasana kebersamaan," tandasnya.***