Adegan perempuan muda yang mengipasi sejumlah wanita dalam video viral sebelumnya memunculkan anggapan bahwa tradisi tersebut memperlihatkan pola pelayanan yang bersifat feodal.
Namun, Arianto meminta masyarakat tidak serta-merta memberikan penafsiran tersebut. Menurut dia, makna Bakipas Pangeran dalam perkembangan tradisi tidak lagi terbatas pada penghormatan terhadap kalangan bangsawan.
"Ketika tradisi itu berkembang ke dalam kegiatan Maulid Nabi, orientasinya juga berubah, mereka yang dihormati bukan lagi semata-mata status bangsawan," beber Arianto.
Dalam konteks pelaksanaan Maulid Nabi, penghormatan dalam Batalam Bakipas Pangeran disebut telah mengalami pergeseran. Tradisi tersebut berbaur dengan nilai-nilai Islam dan kehidupan sosial masyarakat setempat.
"Tetapi sebagai para ulama, guru agama, tokoh masyarakat, tamu, dan seluruh warga dalam suasana kebersamaan," tandasnya.***
Artikel Terkait
Andrew Kalaweit Hadapi Karhutla di Kalteng, Truk Angkut Kayu Gelondongan Justru Melintas di Tengah Hutan
SMPN 1 Leles Jadi Juara LCC Kabupaten Garut 2026, Persiapan Intensif Sejak Agustus Berbuah Prestasi
Kasus Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Sentolo Kulon Progo, Siswa Minta Klarifikasi, Satpam Disebut Masih Bekerja
Canangkan GENIUS, OJK dan Pemkot Tasikmalaya Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Melalui Ekosistem Pendidikan
Kasus Wanita Ditendang di Senayan City: CCTV Viral, Terduga Pelaku Diamankan Polisi dan 4 Saksi Diperiksa
Viral Surat Pernyataan Korban Selamat Virgo Transport 8, Ada Klausul Tak Boleh Tuntut Perusahaan